| 20 November 2008 |
Berita
Korupsi Aliran Dana BI
Pencairan Dana YPPI atas Perintah Aulia Pohan
12 Agustus 2008 - 10:59 WIB
Wahyu Arifin
VHRmedia, Jakarta - Pencairan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebanyak Rp 100 miliar untuk penyelesaian kasus BLBI dan pembahasan UU BI atas petunjuk dan perintah Dewan Gubernur BI Aulia Pohan dan Maman Soemantri.
Hal itu diungkapkan Asnar Asnari, Analis Senior Biro Gubernur Bank Indonesia, yang menjadi saksi sidang kasus korupsi aliran dana BI dengan terdakwa bekas Kepala Biro BI Rusli Simanjuntak dan bekas Direktur Hukum BI Oey Hoey Tiong.
Asnar Asnari mengaku mengambil cek dari YPPI dan mencairkannya atas perintah Rusli Simanjuntak. "Uang pencairan dana YPPI sebesar 15 miliar rupiah saya berikan kepada Hamka Yamdu dan Anthony Ziedra Abidin, bersama Rusli Simanjuntak," kata Asnar Asnari di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (11/8).
Dalam kesaksian Asnar juga terungkap Komisi IX DPR mengajukan permintaan uang kepada BI terkait diseminasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia dan amandemen UU Bank Indonesia. Komisi IX meminta uang Rp 40 miliar, namun hanya disanggupi Rp 31, 5 miliar.
Menurut Asnar Asnari, uang untuk anggota DPR itu dikembalikan Rp 3 miliar oleh Hamka Yamdu untuk sosialisasi kelanjutan BLBI di internal BI. Namun uang itu belum dikembalikan ke YPPI oleh terdakwa Rusli Simanjuntak.
Ketua YPPI Barizus Salamhadi yang juga menjadi saksi mengaku mencairkan cek Rp 100 miliar untuk BI atas perintah Dewan Pengawas YPPI yang saat itu diketuai Aulia Pohan. "Putusan dari Dewan Pengawas kepada YPPI harus dilaksanakan, karena semua itu merupakan perintah. YPPI mempertanggungjawabkan segala sesuatunya kepada Dewan Pengawas. Termasuk masalah ini," katanya. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak -
20 November 2008
Sekretaris KPUD Kulonprogo Jadi Tersangka -
20 November 2008
KPK Minta Pihak Terkait Penyidikan BLBI Lengkapi Data -
19 November 2008
Sosialisasi Pemilu Tak Dapat Lagi Gunakan Dana APBN 2008 -
19 November 2008
Yusril: Saya Tolak Pembagian Laba dengan PT SRD
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







