| 20 November 2008 |
Berita
Buku 'Suara Anak Korban’
Pendidikan HAM Dini Penting bagi Anak
8 Agustus 2008 - 17:21 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia, Jakarta - Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia meluncurkan buku kisah anak-anak keluarga korban pelanggaran HAM, Jumat (8/8). Selain bertujuan mengenalkan nilai hak asasi manusia sejak dini, buku itu memberikan pengetahuan bagi anak keluarga korban yang diharapkan meneruskan perjuangan penegakan HAM.
Penulisan buku Aku Tidak Mirip Beliau, Suara Anak Korban berawal dari kesulitan para korban menjelaskan kondisi yang pernah dialami kepada anak mereka. Padahal, pelanggaran yang dilakukan oleh rezim masa lalu harus dijelaskan kepada generasi selanjutnya. Cara itu dipandang positif untuk mengajarkan perdamaian serta sikap antikekerasan.
Salah satu profil yang diangkat dalam buku ini adalah Binar Mentari Malahayati, anak Mugiyanto, korban penculikan aktivis 1998. Bahkan Mentari sempat memberikan buku ini pada guru di sekolahnya. "Bu ini dari ayah saya. Kata Bu Guru, ya sudah nanti bilang terima kasih ke ayah," kata Mentari, siswa kelas II sekolah dasar. Selain menjadi ruang berekspresi, dia memanfaatkan buku ini untuk berbagi pengalaman dengan anak korban lainnya.
Ketua IKOHI Mugiyanto berterima kasih kepada anak keluarga korban yang kisahnya diangkat dalam buku ini. Sebagai salah seorang korban, dia merasakan liku-liku perjuangan mencari keadilan. "Pendidikan menghapus impunitas harus dimulai sejak dini. Perjuangan harus didukung masyarakat luas, termasuk anak-anak kami. Semoga penegakan keadilan dan pemulihan hak korban pelanggaran HAM terus diperjuangakan," katanya.
Syafruddin Ngulma Simelue, komisioner Komnas HAM, memberikan apresiasi atas penerbitkan buku Aku Tidak Mirip Beliau, Suara Anak Korban. Menurut dia, tragedi yang dirasakan para korban tidak hanya menjadi cerita, tapi menjadi derita yang berkepanjangan bagi anak korban. "Kita harus berjanji untuk tidak mengulangi dan menjamin tidak terjadi peristiwa seperti kemarin. Buku ini dapat dijadikan upaya untuk mencegah pelanggaran HAM," ujarnya. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Sekretaris KPUD Kulonprogo Jadi Tersangka -
20 November 2008
UU Pornografi Seharusnya Mencakup Pendidikan Toleransi -
14 November 2008
Logistik Macet, Pemilu 2009 Berpotensi Digelar Tidak Serentak -
14 November 2008
Penggunaan Dana Sisminbakum Liar & Tidak Transparan -
11 November 2008
Penangkapan Preman Tidak Mengarah Operasi Misterius
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







