| 03 September 2010 |
Berita
Pro-Kontra Pembubaran Ahmadiyah
Pendukung Ahmadiyah Demo di Yogyakarta
7 Mei 2008 - 10:57 WIB
Reza Yunanto
VHRmedia.com, Yogyakarta - Polemik pembubaran Jamaah Ahmadiyah Indonesia memunculkan dua kubu yang berseberangan. Pada waktu hampir bersamaan di Yogyakarta terjadi aksi pro dan kontra pembubaran Ahmadiyah.
Puluhan orang dari Aliansi Jogja untuk Indonesia Damai (Aji Damai) menggelar aksi damai menolak pembubaran Ahmadiyah, Selasa(6/5). Mereka berjalan kaki dari Taman Abu Bakar Ali hingga Istana Kepresidenan Gedung Agung. Massa juga sempat menggelar orasi di depan gedung DPRD DI Yogyakarta. "Putusan Bakor Pakem diskriminatif. Pembubaran Ahmadiyah jelas-jelas menyalahi konstitusi," ucap koordinator aksi Subkhi Ridha.
Aji Damai mendesak Presiden Yudhoyono segera menyelesaikan status Ahmadiyah yang kini menggantung. Status itu membuat pengikut Ahmadiyah terus dihantui rasa takut karena menjadi sasaran intimidasi dan kekerasan. "Kami mengecam aksi kekerasan yang akhir-akhir ini terjadi pada pengikut Ahmadiyah. Kekerasan berkedok agama harus dihentikan. Polisi harus tegas!" ujarnya.
Di tempat lain, 35 kiai Yogyakarta dan tokoh ormas Islam berkumpul menandatangani pernyataan sikap. Mereka mengeluarkan pernyataan sikap mendukung keputusan Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang melarang kegiatan Ahmadiyah karena dianggap menyimpang.
"Kami mengajak Jamaah Ahmadiyah bersyahadat dan bertobat kembali ke ajaran Islam yang sesungguhnya. Insya-Allah kami akan membimbing," kata seorang kiai dari Pesantren Al Munawir Krapyak yang ikut menandatangani pernyataan sikap.
Para kiai tersebut menilai keputusan Bakor Pakem sudah tepat. Menurut mereka, penistaan terhadap Islam jelas menimbulkan keresahan masyarakat. Islam di Indonesia adalah agama mayoritas, sehingga penistaan terhadap Islam akan menuai gelombang protes yang besar.
Pengurus Gerakan Ahmadiyah Indonesia cabang Yogyakarta mengaku biasa saja menanggapi sikap pro-kontra tersebut. Secara personal Ahmadiyah tidak memiliki masalah dengan umat Islam lainnya. "Kami bisa hidup harmonis selama ini. Soal Mirza Ghulam Ahmad, kami tidak menganggapnya sebagai nabi, tapi hanya mujadid atau pembaru dalam gerakan pemikiran Islam," ujar S Li Yasir, pengurus Ahmadiyah Yogyakarta. (E1)
©2010 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
21 Januari 2009
Wajah Baru VHRmedia -
16 Januari 2009
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM -
16 Januari 2009
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid -
16 Januari 2009
Bawaslu Minta Batasan Politik Uang Dipastikan -
16 Januari 2009
Diduga Dana Operasional Pendidikan Disunat
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:20 WIB
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM
16 Januari 2009 - 23:54 WIB
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid
16 Januari 2009 - 21:33 WIB
Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror
16 Januari 2009 - 21:15 WIB
LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III
16 Januari 2009 - 21:4 WIB
Kisah
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:24 WIB
Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//
Redaksi
Berita Terpopuler
Tidak ada data 5 Berita terpopuler
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







