Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Sidang Pembunuhan Munir

Pengacara Muchdi Pr Incar Budi Santoso

Kurniawan Tri Yunanto

 VHRmedia, Jakarta - Di antara 41 kali hubungan telepon antara Muchdi Purwopranjono dan Pollycarpus Budihari Priyanto, setidaknya 7 hingga 10 kali sambungan telepon menggunakan private number berasal dari ruangan Deputi V Badan Intelijen Negara.


Choirul Anam, anggota tim legal Komite Aksi Solidaritas untuk Munir, mengatakan Pollycarpus pernah melakukan kontak telepon dengan pesawat telepon di ruangan Deputi V BIN. Hal itu menguatkan pernyataan petugas ahli Telkom yang diungkapkan Usman Hamid, mantan Sekretaris Tim Pencari Fakta Munir, dalam kesaksian sebelumnya.


"Ada semacam private number, kalau orang tidak tahu, tidak mungkin bisa menghubungi atau terhubungi. Dan 41 kali hubungan telepon antara Muchdi dan Polly, di antaranya sekitar 7-10 kali melalui private number tersebut," kata Choirul Anam seusai sidang pembunuhan Munir dengan terdakwa Muchdi Pr di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/9).


Dalam sidang ini kuasa hukum Muchdi Pr mencoba mengarahkan penanggung jawab pembunuhan Munir pada bekas staf Deputi V BIN Budi Santoso. Dalam pemeriksaan saksi Suradi dan Imam Mustofa (sopir Muchdi Pr), keduanya menyatakan Muchdi Pr sering meninggalkan HP di mobil ketika sedang melakukan aktivitas yang tidak dapat diganggu. "Tapi ada 6 poin keanehan dalam kesaksian sopir Muchdi Pr itu," ujar Choirul Anam.


Di antaranya Suradi mengaku sering melihat Budi Santoso menggunakan handphone Muchdi Pr di ruangan Deputi V BIN, padahal dia juga mengaku lebih sering berada di lantai 1 tempat sopir biasa menunggu. "Ini memaksakan diri. Sejak kemarin, saksi dari BIN selalu diarahkan Budi Santoso menggunakan HP Muchdi atau tidak. Yang paling aneh, bagaimana mungkin begitu datang, tiba-tiba HP-nya langsung dipinjam BS. Dan belum ada klarifikasi apakah BS memiliki handphone," kata Choirul Anam.


Saksi Imam mengaku tidak pernah menggunakan telepon genggam Muchdi Pr. Yang dia lakukan sebatas menerima dan menjelaskan keberadaan atasannya itu. KASUM menilai saksi dari BIN yang dihadirkan dalam sidang mempunyai konflik kepentingan secara struktural, karena masih bekerja di BIN. "Dalam hierarki yang sangat struktural itu tidak mungkin mereka bersikap independen. Ini bisa dilihat dari keterangan mereka yang selalu diarahkan bahwa HP Muchdi Pr pernah dipakai BS," kata Choirul Anam.


Menurut dia, dalam sidang Pollycarpus dan Indra Setyawan sebelumnya terdapat bukti bahwa Budi Santoso memiliki handphone sendiri. Dalam catatan berkas acara pengadilan terhadap Pollycarpus, Budi Santoso lebih dari 70 kali berhubungan dengan Pollycarpus dan Muchdi Pr. Sementara dalam berkas pengadilan terhadap Indra Setyawan, KASUM mencatat ada sekitar 130 hubungan telepon antara Budi Santoso, Pollycarpus, dan Muchdi Pr.


"Jadi, tidak perlu memaksakan diri bahwa handphone Muchdi dipakai Budi Santoso. Dan tidak perlu memaksakan untuk mengalihkan bahwa yang memerintahkan pembunuhan Munir adalah BS atau dari Muchdi Pr kepada BS. Itu terlalu mengada-ada," kata Choirul Anam. (E1)

 

Foto: VHRmedia/ Kurniawan Tri Yunanto

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

PKL Surabaya Tolak Perda Penggunaan Jalan

20 November 2008 - 13:38 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua