Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

Sengketa Tanah Warga & TNI AU Sukabumi

Personel AU Teror Warga Ujung Genteng

Kurniawan Tri Yunanto

 VHRmedia, Jakarta - Perwakilan warga Kelapa Condong dan Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat, kembali mengadu ke Komnas HAM. Mereka melaporkan tindakan sewenang-wenang personel Angkatan Udara di Sukabumi terhadap warga terkait sengketa tanah seluas 85 hektare.


Edy Jusuf, perwakilan warga Ujung Genteng, mengatakan masyarakat yang melaporkan masalah ini ke Komnas HAM 16 Juli lalu diancam akan dibunuh oleh personel TNI AU Sukabumi. Bahkan, kerabat salah seorang perwakilan warga yang datang ke Jakarta akan disandera.


"Saya didatangi mereka dan menanyakan kenapa harus lapor ke Komnas HAM. Saya pun menjawab tanah saya dipatok oleh AURI. Setelah itu saya ditendang dan mereka bilang silakan lanjutkan kalau mau mati," kata Edy Jusuf, Selasa (5/7).


Warga diteror oleh personel TNI AU yang selalu mengawasi kampung itu dengan senjata lengkap setiap jam. Menurut Edy Jusuf, setiap tamu yang datang juga harus lapor kepada tentara. Personel TNI AU bahkan pernah mengarak rudal dan menancapkannya di gerbang Desa Ujung Genteng untuk meneror warga.


Ketika warga kembali mengadu ke Komnas HAM, personel TNI AU Sukabumi mencari para tokoh masyarakat, salah satunya kakek Empan Sofyan yang berusia 75 tahun. Mereka bahkan sempat menyandera Tito, anak Empan Sofyan.


Komisioner Komnas HAM Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Nurkholis mengatakan, akan melakukan investigasi menindaklanjuti pengaduan warga. Komnas juga akan segera meminta TNI AU Sukabumi menghentikan teror dan tindak kekerasan. "Yang paling penting kami akan minta polisi mengamankan warga. Itu menjadi tugas mereka," katanya.


Sengketa tanah ini terjadi sejak 1985 dan kembali mencuat pada Mei 2008 setelah personel Markas Landasan Udara Atang Senjaya Bogor memasang patok dan plang bertuliskan "Anda Memasuki Area Latihan TNI AU" di atas tanah warga.


Jauh sebelumnya, tahun 1911-1912, warga dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat dibawa Belanda ke Ujung Genteng untuk dijadikan kuli kontrak perkebunan. Setelah Indonesia merdeka, warga kembali ke Ujung Genteng bekerja sebagai petani.


Pada 1960 AURI (sekarang TNI AU) meminjam lokasi tanah desa pada Pemda seluas 3,5 hektare untuk dijadikan landasan udara dan asrama. Namun peminjaman itu hanya secara lisan dan tidak tercatat. Tahun 1961 AURI mulai membangun markas pertahanan. Ketika G-30-S meletus, personel AURI meninggalkan Desa Ujung Genteng.


Seiring bertambahnya warga, Pemda mengeluarkan surat izin menggarap (SIM) melalui Kepala Desa Gunung Batu. Tahun 1984 warga mengajukan permohonan pembuatan sertifikat. Setahun kemudian TNI AU juga mengajukan permohonan kepemilikan areal Ujung Genteng seluas 250 hektare, tapi tidak dijawab. Pada Mei 2008 muncul konflik sengketa tanah antara warga dan TNI AU. (E1)


Foto: VHRmedia/Kurniawan Tri Yunanto

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua