| 21 November 2008 |
Berita
Sengketa Tanah Warga & TNI AU Sukabumi
Personel AU Teror Warga Ujung Genteng
6 Agustus 2008 - 11:35 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia, Jakarta - Perwakilan warga Kelapa Condong dan Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat, kembali mengadu ke Komnas HAM. Mereka melaporkan tindakan sewenang-wenang personel Angkatan Udara di Sukabumi terhadap warga terkait sengketa tanah seluas 85 hektare.
Edy Jusuf, perwakilan warga Ujung Genteng, mengatakan masyarakat yang melaporkan masalah ini ke Komnas HAM 16 Juli lalu diancam akan dibunuh oleh personel TNI AU Sukabumi. Bahkan, kerabat salah seorang perwakilan warga yang datang ke Jakarta akan disandera.
"Saya didatangi mereka dan menanyakan kenapa harus lapor ke Komnas HAM. Saya pun menjawab tanah saya dipatok oleh AURI. Setelah itu saya ditendang dan mereka bilang silakan lanjutkan kalau mau mati," kata Edy Jusuf, Selasa (5/7).
Warga diteror oleh personel TNI AU yang selalu mengawasi kampung itu dengan senjata lengkap setiap jam. Menurut Edy Jusuf, setiap tamu yang datang juga harus lapor kepada tentara. Personel TNI AU bahkan pernah mengarak rudal dan menancapkannya di gerbang Desa Ujung Genteng untuk meneror warga.
Ketika warga kembali mengadu ke Komnas HAM, personel TNI AU Sukabumi mencari para tokoh masyarakat, salah satunya kakek Empan Sofyan yang berusia 75 tahun. Mereka bahkan sempat menyandera Tito, anak Empan Sofyan.
Komisioner Komnas HAM Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Nurkholis mengatakan, akan melakukan investigasi menindaklanjuti pengaduan warga. Komnas juga akan segera meminta TNI AU Sukabumi menghentikan teror dan tindak kekerasan. "Yang paling penting kami akan minta polisi mengamankan warga. Itu menjadi tugas mereka," katanya.
Sengketa tanah ini terjadi sejak 1985 dan kembali mencuat pada Mei 2008 setelah personel Markas Landasan Udara Atang Senjaya Bogor memasang patok dan plang bertuliskan "Anda Memasuki Area Latihan TNI AU" di atas tanah warga.
Jauh sebelumnya, tahun 1911-1912, warga dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat dibawa Belanda ke Ujung Genteng untuk dijadikan kuli kontrak perkebunan. Setelah Indonesia merdeka, warga kembali ke Ujung Genteng bekerja sebagai petani.
Pada 1960 AURI (sekarang TNI AU) meminjam lokasi tanah desa pada Pemda seluas 3,5 hektare untuk dijadikan landasan udara dan asrama. Namun peminjaman itu hanya secara lisan dan tidak tercatat. Tahun 1961 AURI mulai membangun markas pertahanan. Ketika G-30-S meletus, personel AURI meninggalkan Desa Ujung Genteng.
Seiring bertambahnya warga, Pemda mengeluarkan surat izin menggarap (SIM) melalui Kepala Desa Gunung Batu. Tahun 1984 warga mengajukan permohonan pembuatan sertifikat. Setahun kemudian TNI AU juga mengajukan permohonan kepemilikan areal Ujung Genteng seluas 250 hektare, tapi tidak dijawab. Pada Mei 2008 muncul konflik sengketa tanah antara warga dan TNI AU. (E1)
Foto: VHRmedia/Kurniawan Tri Yunanto
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
18 November 2008
TNI Profesional Masih Jauh dari Harapan -
17 November 2008
Pemkab Bantul Larang Pungli Kompor Gas -
17 November 2008
Australia Kecam Perburuan Paus oleh Jepang -
17 November 2008
MK Usulkan Gelar Doktor Honoris bagi Prof Dr Siegfried Bross -
14 November 2008
Polda Jateng Temukan Bukti Personel TNI Bekingi Organisasi Preman
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







