| 20 November 2008 |
Berita
Pinjaman Bank Dunia Tak Atasi Kemiskinan
13 Desember 2007 - 13:30 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia.com, Nusa Dua - Bantuan lunak Bank Dunia dan negara donor untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia dinilai tidak efektif dan hanya menimbulkan permasalahan baru. Pinjaman itu merupakan skenario baru untuk menjebak Indonesia dalam jeratan utang.
Program Officer Koalisi Anti-Utang, Dani Setiawan, menilai bantuan untuk program pemberantasan kemiskinan tidak seharusnya diberikan kepada Indonesia. Faktanya bantuan itu justru tidak efektif memberantas kemiskinan di tanah air. Bahkan menimbulkan masalah baru.
"Bantuan itu tidak menyelesaikan masalah struktural kemiskinan di Indonesia. Akses masyarakat terhadap pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan segala macamnya masih jauh dari harapan," kata Dani Setiawan ketika dihubungi VHRmedia melalui telepon, Kamis (13/12).
Seharusnya pemerintah berani bersikap tegas menolak tawaran utang luar negeri dalam bentuk apa pun. Sebab, pinjaman itu merupakan skenario baru yang menjebak Indonesia dalam lilitan utang luar negeri. Seharusnya Bank Dunia melalui skenario Millennium Development Goals (MDG's) menghapus utang luar negeri yang justru membebani rakyat. Selain justru menambah angka kemiskinan, masalah sosial dan ekonomi seperti korupsi dan ketimpangan sosial juga terus meningkat.
Dalam catatan Koalisi Anti-Utang, jumlah utang luar negeri Indonesia saat ini mencapai US$ 78 miliar. Jika ditotal, utang swasta dan pemerintah mencapai US$ 138 miliar.
Indonesia akan terjebak neokolonialisme utang. Pinjaman yang disertai syarat-syarat akan menjebak Indonesia dalam penjajahan baru. Akibatnya, Indonesia akan sangat tergantung pada produk barang dan jasa yang harus dibeli dari negara maju. "Lebih parah, Indonesia akan terus menanggung utang luar negeri yang dibebankan pada APBN," katanya.
Menanggapi pernyataan pemerintah bahwa angka kemiskinan menurun mencapai 6,7 persen, Koalisi Anti-Utang menilai indikator yang digunakan pemerintah tidak jelas. Faktanya gaji buruh tetap tidak naik dan subsidi pada sektor ekonomi juga kurang. "Indikator itu tidak tampak, bagaimana bisa dikatakan angka kemiskinan menurun?" ujar Dani Setiawan. (E4)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak -
14 November 2008
Logistik Macet, Pemilu 2009 Berpotensi Digelar Tidak Serentak -
14 November 2008
Dalih Atasi Krisis, Pemerintah Ajukan Utang Baru -
14 November 2008
Sidang Batal Dengar Keterangan Hasjim Djojohadikusumo -
13 November 2008
Pemimpin Dunia Serukan Toleransi Beragama
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







