Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Pinjaman Bank Dunia Tak Atasi Kemiskinan

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia.com, Nusa Dua - Bantuan lunak Bank Dunia dan negara donor untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia dinilai tidak efektif dan hanya menimbulkan permasalahan baru. Pinjaman itu merupakan skenario baru untuk menjebak Indonesia dalam jeratan utang.

 

Program Officer Koalisi Anti-Utang, Dani Setiawan, menilai bantuan untuk program pemberantasan kemiskinan tidak seharusnya diberikan kepada Indonesia. Faktanya bantuan itu justru tidak efektif memberantas kemiskinan di tanah air. Bahkan menimbulkan masalah baru.

 

"Bantuan itu tidak menyelesaikan masalah struktural kemiskinan di Indonesia. Akses masyarakat terhadap pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan segala macamnya masih jauh dari harapan," kata Dani Setiawan ketika dihubungi VHRmedia melalui telepon, Kamis (13/12).

 

Seharusnya pemerintah berani bersikap tegas menolak tawaran utang luar negeri dalam bentuk apa pun. Sebab, pinjaman itu merupakan skenario baru yang menjebak Indonesia dalam lilitan utang luar negeri. Seharusnya Bank Dunia melalui skenario Millennium Development Goals (MDG's) menghapus utang luar negeri yang justru membebani rakyat. Selain justru menambah angka kemiskinan, masalah sosial dan ekonomi seperti korupsi dan ketimpangan sosial juga terus meningkat.

 

Dalam catatan Koalisi Anti-Utang, jumlah utang luar negeri Indonesia saat ini mencapai US$ 78 miliar. Jika ditotal, utang swasta dan pemerintah mencapai US$ 138 miliar.

 

Indonesia akan terjebak neokolonialisme utang. Pinjaman yang disertai syarat-syarat akan menjebak Indonesia dalam penjajahan baru. Akibatnya, Indonesia akan sangat tergantung pada produk barang dan jasa yang harus dibeli dari negara maju. "Lebih parah, Indonesia akan terus menanggung utang luar negeri yang dibebankan pada APBN," katanya.

 

Menanggapi pernyataan pemerintah bahwa angka kemiskinan menurun mencapai 6,7 persen, Koalisi Anti-Utang menilai indikator yang digunakan pemerintah tidak jelas. Faktanya gaji buruh tetap tidak naik dan subsidi pada sektor ekonomi juga kurang. "Indikator itu tidak tampak, bagaimana bisa dikatakan angka kemiskinan menurun?" ujar Dani Setiawan. (E4)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua