Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Polisi Gagalkan Perdagangan Manusia ke 5 Negara

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia.com, Jakarta - Polisi mengaku telah menangkap tersangka perdagangan manusia yang dikirimkan ke 5 negara. Setidaknya 19 perempuan di bawah umur korban penyelundupan yang akan dijual ke Jepang, Kurdistan, Korea Selatan, Suria, dan Mesir diselamatkan dan akan segera dipulangkan ke kampung halaman.

 

Direktur I Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Agung Sabar Santoso mengatakan, modus perdagangan manusia tersebut berbeda-beda di tiap negara. Umumnya para korban dijanjikan bekerja di restoran atau perusahaan di luar negeri, namun setelah sampai di negara tujuan dipekerjakan sebagai wanita penghibur. "Para tersangkanya sudah kami tangkap," kata Agung di kantor Bareskrim Mabes Polri Jakarta, Jumat (4/1).

 

Agung yang juga Kepala Unit III Pelayanan Perempuan dan Anak menyatakan tersangka perdagangan manusia dengan tujuan Jepang bernama Jimmy Wijaya alias Richard Wilson mengaku dalam aksinya dibantu tersangka lain , Dessy, warga negara Taiwan yang berdomisili di Jepang. "Kami telah bekerja sama dengan kepolisian Jepang dan tersangka Dessy sudah ditahan oleh kepolisian Jepang," ujarnya.

 

Menurut pengakuan Jimmy, selama ini dia sudah mengirim 6 korban ke Jepang. Namun, Mabes Polri yakin jumlah korban jauh lebih banyakkarena diduga keras jaringannya tersebar di banyak daerah.

 

Pada kasus perdagangan manusia ke Kurdistan dan Irak, polisi menemukan sekitar 50 korban yang dikirim sebagai buruh migran. "Pengiriman ke sana tetap melanggar karena negara tersebut merupakan daerah konflik dan bukan negara pengiriman tenaga kerja," kata Agung.

 

Di Kurdistan, tersangka yang ditangkap adalah Andi Gunawan alias Fauzi Nasution. Menurut keterangan Fauzi, pihaknya hanya mengirim beberapa orang. Namun, berdasarkan penyelidikan Mabes Polri, umumnya korban yang bekerja di Kurdistan mantan pekerja di Suria atau sebaliknya yang dibawa oleh majikannya. "Kadang para majikannya juga nakal di sana," kata Agung. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

PKL Surabaya Tolak Perda Penggunaan Jalan

20 November 2008 - 13:38 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua