Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

RUU Pornografi Bangun Sekat Agama & Budaya

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia, Jakarta - Pengesahan RUU Pornografi memicu perpecahan dan mengancam keutuhan bangsa. Pemberlakuan RUU yang mendahulukan kepentingan kelompok ini dinilai memicu lahirnya peraturan daerah berlatar belakang agama.


Ketua Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika Emmy Sahertian menagatakan, ancaman munculnya perda berlatar belakang agama mulai tampak di beberapa daerah. Saat ini 12 kabupaten di Provinsi Papua bersiap mengeluarkan Perda Injil.


"Jika RUU Pornografi disahkan, masyarakat Papua memiliki alasan untuk mengatakan bahwa budaya melanesia tidak diterima dalam pemahaman budaya yang melatarbelakangi UU Pornografi," kata Emmy Sahertian di Jakarta, Senin (22/3).


Menurut dia, tidak hanya Provinsi Papua yang mengancam ingin lepas dari Indonesia jika RUU Pornografi disahkan. Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara juga mengancam "cerai" dari Indonesia jika RUU yang diskriminatif ini disahkan DPR.


Aliansi Bhineka Tunggal Ika menilai produk perundangan ini manufer politik partai Islam. Apalagi dalam berita sebuah media massa Partai Keadilan Sejahtera menyatakan bahwa RUU ini adalah kado Ramadan.


Menurut Emmy Sahertian, jika pengesahan RUU ini didasari kepentingan salah satu agama, akan berbenturan dengan kepentingan agama dan budaya lain. "Yang berbahaya adalah pasal yang menyatakan diberinya wewenang pemerintah daerah untuk menerapkan. Ini akan memperkuat alasan pengesahan perda-perda bernuansa agama."


Ancaman selanjutnya adalah keberadaan pasal yang membolehkan tindakan masyarakat dalam mengontrol, mencegah, dan membina perilaku yang mengarah pada pornografi. Akibat pasal yang multitafsir ini, ormas atau kelompok tertentu mempunyai legitimasi untuk menekan masyarakat berdasarkan pemahaman dan sudut pandang mereka sendiri. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


1 Komentar

  1. johnny oncom
    25 September 2008 pukul 13:3

    orang amerika mengatakan, anda bebas melakukan keinginan anda selama tidak mengganggu kebebasan orang lain. sekarang slogan seperti itu oleh orang amerika sendiri ditambahi lagi,.. selama tdk merusak lingkungan yang berpotensi mengurangi manfaat dan kepentingan orang lain. slogan seperti ini banyak dibuat orang amerika dengan berbagai ekspresi misalnya anda bebas melayangkan tinju anda, tapi harus dihentikan dihadapan hidung orang, dsb..dsb..

    nah kalo dari sononya yg mengangagungkan kebebasan mengatakan spt itu..apalagi kita2 yang bisanya cuma niru... maka kebebasan mengeksploatasi hal2 porno dan sex harus diatur karena mengganggu kenyamanan banyak orang. Ingat, orang yg terganggu jauh lebih banyak drpd segelintir seleb yg berharap dapat menikmati kebebasan berekspresi tanpa mau tau orang lain terganggu dengan kebebasannya itu.

    Tidak malukah anda jika ibu-bapakmu juga putra-putrimu mempertontonkan bagian2 tubuh sensual di depan umum? Anda malu bukan? Ya, berarti anda masih normal. Negara jangan ikut2an sakit dengan mengikuti sahwat orang2 kurang sehat.

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua