Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Kaum Muda pada Pemilu 2009

Rakyat Bosan Pemimpin Stagnan

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia.com, Jakarta - Kemunculan calon presiden alternatif independen menunjukkan gejala kejenuhan masyarakat, khususnya tokoh muda, atas kepemimpinan elite tua yang tidak menawarkan perubahan. Kejenuhan itu karena pola kepemimpinan yang diwarnai calon yang itu-itu saja. Sementara elite lama tidak memberikan perubahan sama sekali.


Demikian pendapat pakar etika politik Frans Magnis Suseno yang ditemui seusai diskusi "Gerakan Politik Kaum Muda, Kepemimpinan Kaum Muda" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, Kamis (31/7).


Menurut Magnis, kaum muda yang mau merebut kepemimpinan dari kaum tua harus mempunyai karakter kuat, keyakinan yang tidak bisa ditawar, dan mempunyai kemampuan memimpin. "Kemunculan mereka memang positif. Kaum muda ini harus punya komitmen dasar mengenai solidaritas bangsa, pluralitas, dan demokrasi. Kita lihat saja apakah mereka mempunyai visi yang jelas atau tidak."


Pemimpin yang dibutuhkan negeri ini, kata Magnis, adalah yang mempunyai program jelas. Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla dan pemimpin sebelumnya sama sekali tidak ada visi misi jelas. Magnis melihat ada frustasi soal kepemimpinan sejak zaman Presiden Habibie. Negara seakan tidak pernah memberikan kesempatan kepada kelompok muda untuk berada di pucuk kepemimpinan.


Magnis mengakui masih sulit bagi kelompok muda bertarung pada Pemilu 2009. "Tapi perlu dicoba, karena kita perlu sejarah baru. Dan tidak ada yang bisa beri jaminan. Kita bisa lihat mereka jika sudah berada di bawah pressure," ujarnya.


M Fajroel Rahman yang mencalonkan diri secara independen sebagai presiden menyatakan mengusung program progresif. Tidak ada tawar-menawar dalam hal nasionalisasi aset, pajak progresif, penuntasan kasus pelanggaran HAM masa alalu, dan kejahatan korupsi. "Itu yang membedakan kami dengan kelompok tua," katanya.


Rizal Malarangeng, calon, yang juga melalui jalur independen, mengatakan kelompok muda harus selalu dinamis. Termasuk dalam hal kebijakan politik. "Lupakan dulu yang namanya idealisme. Kita harus menggeser kelompok tua yang selalu muncul dalam bursa kepemimpinan," katanya. (E4)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


1 Komentar

  1. ino
    16 Agustus 2008 pukul 11:26

    apa yg mau dikomentari lha wong sdh jelas semua dan kita ndak bisa berbuat pa apa kan ? tapi yo tetap salut sama sampeyan-2 yg cinta masa depan negri ini lebih baik. oala mas ini ada pengalaman yg ngagetkan lho punya tunggakan pajak yg salah 9 jut saja dilaporkan ke bank pemberi kredit di pusat jkt dan tentunya rentetan nya puanjang dan dampaknya usaha ku disoroti terus dan ditanya ini itu sampai elek, nasib rakyat alit !!! ? bmbayangin kalau boss-2 batu bara itu yg trilyunan opo iso turu yo mas ? apa malah ketawa ngakak karena yg diublek hanya yg kecil-2 thok ? wis mas maju terus tak dukung dng doa !

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua