| 07 Oktober 2008 |
Berita
Reduksi Hukum Nasional untuk Kepentingan HAM
18 Juli 2008 - 16:43 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia.com, Jakarta - Pemerintah harus bersedia mereduksi hukum negara demi meratifikasi Statuta Roma yang menjadi dasar pengakuan Pengadilan Internasional. Pengadilan Internasional dinilai lebih adil menangani kejahatan HAM berat yang rawan kepentingan politik pemerintah.
Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun menyatakan menyambut baik upaya pemerintah menyusun draf undang-undang ratifikasi Statuta Roma. Menurut dia, Pengadilan Internasional lebih netral menangani kasus yang rawan kepentingan politik pemerintah.
Jika pengadilan di sebuah negara tidak mampu mengadili pelanggar HAM berat karena rawannya kepentingan politik, dengan meratifikasi Statuta Roma pelaku dapat diseret ke Pengadilan Internasional. "Negara harus melepaskan keputusan politik, menyerahkan kepada pihak luar untuk mengadili secara independen," kata Gayus Lumbuun di gedung DPR, Jumat (18/7).
Alasan penolakan meratifikasi Statuta Roma karena melanggar kedaulatan negara sudah tidak relevan. Pengadilan Internasional wajib menggelar sidang jika pengadilan negara tidak memenuhi rasa keadilan korban. "Saat ini setiap negara maju, modern, memang mereduksi sebagian hukum untuk kepentingan HAM," ujarnya
Direktur Jenderal Perlindungan HAM Departemen Hukum dan HAM Harkristuti Harkrisnowo, Kamis (17/7) mengatakan sedang menyusun draf RUU Ratifikasi Statuta Roma. Pihaknya akan melakukan konsultasi publik mengenai naskah akademik pengesahan Statuta Roma dan juga akan menyebarluaskannya di lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan instansi pemerintahan. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
26 September 2008
Komnas HAM Akan Perbarui MoU dengan Polri -
25 September 2008
Imam Hambali dan Devid Eko Ajukan PK -
19 September 2008
Pemerintah Setuju KUHAP Berlaku pada TNI -
17 September 2008
Komnas HAM: Tunda Pengesahan RUU Pornografi -
17 September 2008
ICW Duga Pembahasan RUU MA Sarat Kepentingan
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Warga Taman BMW Bertahan
7 Oktober 2008 - 17:46 WIB
11 Parpol Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan
7 Oktober 2008 - 16:59 WIB
ASEAN Siapkan Aturan Perlindungan Buruh Migran
7 Oktober 2008 - 16:11 WIB
Komnas HAM: Stop Diskriminasikan Warga Miskin
7 Oktober 2008 - 15:42 WIB
Pemprov Papua Tuntut 30% Pajak PT Freeport
7 Oktober 2008 - 14:16 WIB
Kisah
Ramadan ala BMI Hong Kong (2, Habis)
24 September 2008 - 13:1 WIB
BMI yang berpuasa merasa kesepian. Banyak godaan. Rindu suasana kampung.
TAK mudah menjalankan ibadah puasa di Hong Kong, terlebih dengan status sebagai pekerja rumah tangga. Septemper ini cuaca Hong Kong tergolong panas, suhu udara mencapai 30-35 derajat Celsius.
Di luar, toko-toko
Berita Terpopuler
Penumpang Kereta Bekasi-Jakarta Membeludak
2 Oktober 2008 - 14:29 WIB
Lebaran Pluralis di Kalimalang
1 Oktober 2008 - 11:16 WIB
Arus Mudik Berlanjut Hingga Hari Ini
2 Oktober 2008 - 13:2 WIB
Bom Bunuh Diri Terus Terjadi di Irak
2 Oktober 2008 - 14:47 WIB
Pengesahan RUU MA Hari Ini Batal
6 Oktober 2008 - 12:32 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







