Voice of Human Rights News Center

English English 07 Oktober 2008  

 

Berita

Reduksi Hukum Nasional untuk Kepentingan HAM

Hervin Saputra

VHRmedia.com, Jakarta - Pemerintah harus bersedia mereduksi hukum negara demi meratifikasi Statuta Roma yang menjadi dasar pengakuan Pengadilan Internasional. Pengadilan Internasional dinilai lebih adil menangani kejahatan HAM berat yang rawan kepentingan politik pemerintah.

 

Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun menyatakan menyambut baik upaya pemerintah menyusun draf undang-undang ratifikasi Statuta Roma. Menurut dia, Pengadilan Internasional lebih netral menangani kasus yang rawan kepentingan politik pemerintah.

 

Jika pengadilan di sebuah negara tidak mampu mengadili pelanggar HAM berat karena rawannya kepentingan politik, dengan meratifikasi Statuta Roma pelaku dapat diseret ke Pengadilan Internasional. "Negara harus melepaskan keputusan politik, menyerahkan kepada pihak luar untuk mengadili secara independen," kata Gayus Lumbuun di gedung DPR, Jumat (18/7).

 

Alasan penolakan meratifikasi Statuta Roma karena melanggar kedaulatan negara sudah tidak relevan. Pengadilan Internasional wajib menggelar sidang jika pengadilan negara tidak memenuhi rasa keadilan korban. "Saat ini setiap negara maju, modern, memang mereduksi sebagian hukum untuk kepentingan HAM," ujarnya

 

Direktur Jenderal Perlindungan HAM Departemen Hukum dan HAM Harkristuti Harkrisnowo, Kamis (17/7) mengatakan sedang menyusun draf RUU Ratifikasi Statuta Roma. Pihaknya akan melakukan konsultasi publik mengenai naskah akademik pengesahan Statuta Roma dan juga akan menyebarluaskannya di lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan instansi pemerintahan. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Warga Taman BMW Bertahan

7 Oktober 2008 - 17:46 WIB

11 Parpol Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan

7 Oktober 2008 - 16:59 WIB

ASEAN Siapkan Aturan Perlindungan Buruh Migran

7 Oktober 2008 - 16:11 WIB

Komnas HAM: Stop Diskriminasikan Warga Miskin

7 Oktober 2008 - 15:42 WIB

Pemprov Papua Tuntut 30% Pajak PT Freeport

7 Oktober 2008 - 14:16 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Ramadan ala BMI Hong Kong (2, Habis)

24 September 2008 - 13:1 WIB

 BMI yang berpuasa merasa kesepian. Banyak godaan. Rindu suasana kampung.


TAK mudah menjalankan ibadah puasa di Hong Kong, terlebih dengan status sebagai pekerja rumah tangga. Septemper ini cuaca Hong Kong tergolong panas, suhu udara mencapai 30-35 derajat Celsius.


Di luar, toko-toko

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Penumpang Kereta Bekasi-Jakarta Membeludak

2 Oktober 2008 - 14:29 WIB

Lebaran Pluralis di Kalimalang

1 Oktober 2008 - 11:16 WIB

Arus Mudik Berlanjut Hingga Hari Ini

2 Oktober 2008 - 13:2 WIB

Bom Bunuh Diri Terus Terjadi di Irak

2 Oktober 2008 - 14:47 WIB

Pengesahan RUU MA Hari Ini Batal

6 Oktober 2008 - 12:32 WIB

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua