| 21 November 2008 |
Berita
Revisi UU KY Harus Anti-Mafia Peradilan
27 Agustus 2008 - 16:52 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Revisi Undang-Undang Komisi Yudisial, Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi yang akan dilakukan DPR harus menggambarkan semangat anti-mafia peradilan. Ketiga UU tersebut berpeluang menjadi alat memberantas mafia peradilan.
Hal itu dikatakan Firmansyah Arifin, anggota Koalisi Nasional untuk Peradilan Bersih, di Jakarta, Rabu (27/8). Menurut dia, revisi UU KY harus mengutamakan penguatan fungsi pengawasan terhadap hakim.
Kewenangan pengawasan KY juga harus diperluas sehingga tidak terbatas pada pengawasan hakim agung dan hakim pengadilan negeri, namun juga hakim MK. "Ketiga UU ini bisa jadi entry point untuk mengeliminasi praktik-praktik mafia peradilan," katanya.
Menurut dia, peran KY dalam struktur peradilan semacam mosi tidak percaya terhadap pengawasan internal MA dan MK. Keraguan terhadap pengawasan internal yang dilakukan Majelis Kehormatan MA misalnya, muncul karena adanya feodalisme kepemimpinan. "Kita harus bunuh feodalisme kepemimpinan di Mahkamah Agung."
Dengan demikian, kata Firmansyah, seluruh pengawasan terhadap hakim harus dilakukan oleh KY. Revisi UU KY juga harus menghapus keberadaan lembaga internal yang menjalankan fungsi pengawasan, sehingga langsung melaporkan hasil pengawasannya kepada presiden tanpa melalui Majelis Kehormatan MA.
Firmansyah menilai usulan pemerintah agar usia pensiun hakim agung diperpanjang dari 65 tahun menjadi 70 tahun adalah upaya menolak pemberantasan mafia peradilan. Upaya ini menghambat regenerasi dan munculnya hakim muda yang progresif.
Wakil Ketua Komisi III (Hukum dan Hak Asasi Manusia) DPR Azis Syamsuddin mengaku setuju pengawasan terhadap hakim tidak dilakukan oleh internal institusi. Dia juga sependapat dengan penilaian bahwa perpanjangan usia aktif hakim agung tidak tepat. "Kami akan jaga dalam (pembahasan) soal usia," katanya. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
UU Pornografi Seharusnya Mencakup Pendidikan Toleransi -
19 November 2008
Intervensi Pemerintah Dominasi Keputusan DPRD -
13 November 2008
Perang Kepentingan Parpol di DPR Ancam RUU Tipikor -
12 November 2008
Lembaga Peradilan Feodal Hambat Pemberantasan Korupsi -
11 November 2008
Busyro: Waspadai DPR Jegal RUU Tipikor
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







