Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

Revisi UU KY Harus Anti-Mafia Peradilan

Hervin Saputra

VHRmedia, Jakarta - Revisi Undang-Undang Komisi Yudisial, Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi yang akan dilakukan DPR harus menggambarkan semangat anti-mafia peradilan. Ketiga UU tersebut berpeluang menjadi alat memberantas mafia peradilan.

 

Hal itu dikatakan Firmansyah Arifin, anggota Koalisi Nasional untuk Peradilan Bersih, di Jakarta, Rabu (27/8). Menurut dia, revisi UU KY harus mengutamakan penguatan fungsi pengawasan terhadap hakim.

 

Kewenangan pengawasan KY juga harus diperluas sehingga tidak terbatas pada pengawasan hakim agung dan hakim pengadilan negeri, namun juga hakim MK. "Ketiga UU ini bisa jadi entry point untuk mengeliminasi praktik-praktik mafia peradilan," katanya.

 

Menurut dia, peran KY dalam struktur peradilan semacam mosi tidak percaya terhadap pengawasan internal MA dan MK. Keraguan terhadap pengawasan internal yang dilakukan Majelis Kehormatan MA misalnya, muncul karena adanya feodalisme kepemimpinan. "Kita harus bunuh feodalisme kepemimpinan di Mahkamah Agung."

 

Dengan demikian, kata Firmansyah, seluruh pengawasan terhadap hakim harus dilakukan oleh KY. Revisi UU KY juga harus menghapus keberadaan lembaga internal yang menjalankan fungsi pengawasan, sehingga langsung melaporkan hasil pengawasannya kepada presiden tanpa melalui Majelis Kehormatan MA.

 

Firmansyah menilai usulan pemerintah agar usia pensiun hakim agung diperpanjang dari 65 tahun menjadi 70 tahun adalah upaya menolak pemberantasan mafia peradilan. Upaya ini menghambat regenerasi dan munculnya hakim muda yang progresif.

 

Wakil Ketua Komisi III (Hukum dan Hak Asasi Manusia) DPR Azis Syamsuddin mengaku setuju pengawasan terhadap hakim tidak dilakukan oleh internal institusi. Dia juga sependapat dengan penilaian bahwa perpanjangan usia aktif hakim agung tidak tepat. "Kami akan jaga dalam (pembahasan) soal usia," katanya. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua