| 20 November 2008 |
Berita
Studi Banding DPR ke Swiss & Lebanon
Rp 500 Juta Bea Debat Lambang Palang Merah
22 Agustus 2008 - 17:28 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat menganggarkan dana US$ 56.000 atau senilai Rp 504 juta untuk ongkos studi banding Panitia Kerja RUU Palang Merah Indonesia ke Lebanon. Studi banding itu untuk mencari masukan soal kemungkinan memasukkan lambang Bulan Sabit Merah selain lambang Palang Merah.
Suripto yang mengetuai Tim Studi Banding Pansus DPR ke Lebanon mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk anggota US$ 4.000 per orang. Dana tersebut seluruhnya bersumber dari anggaran DPR. "Sesuai aturan, kami naik kelas bisnis," katanya.
Tim tersebut akan mengunjungi Lebanon 25-31 Agustus 2008. Mereka yang berangkat adalah Suripto, Mulfachri Harahap, Maiyasyak Johan, Nanie Hardiyantie, Willa Chandrawila Supriadi, M Nurdin, Daday Hudaya, Yudo Paripurno, Ahmad Koerdi Moekri, Patrialis Akbar, Soeharno, Nasir Jamil, serta 2 staf Sekretariat Komisi III Insan Abdirrohman dan Agus Widodo.
Suripto mengatakan segera mengumumkan keberangkatan anggota Pansus DPR ke Lebanon karena muncul dugaan studi banding itu tidak transparan. "Kunjungan ke luar negeri sebaiknya transparan, supaya tidak ada teka-teki," kata Suripto yang juga Wakil Ketua Komisi III, Jumat (22/8).
Sebelumnya Tim Panja RUU PMI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsuddin melakukan studi banding ke Swiss. Mereka terkesan menutup-nutupi studi banding tersebut dengan mengaku berkunjung ke daerah. Tim tersebut berangkat ke Swiss 4 Agustus lalu untuk membahas lambang Palang Merah Indonesia.
Sebelumnya anggota Pansus berdebat soal penggunaan lambang PMI. Kelompok pertama mengusulkan lambang Bulan Sabit Merah dimasukkan dalam lambang PMI selain Palang Merah, sedangkan kelompok lainnya menolak usulan itu.
Untuk mengumpulkan bahan referensi, Tim Pansus dibagi menjadi 2 kelompok. Tim yang berangkat ke Lebanon mencari informasi bagaimana 2 organisasi kemanusiaan dengan lambang berbeda (Palang Merah dan Bulan Sabit Merah) dapat bekerja sama di negara itu. "Untuk pengayaan (referensi)," kata Suripto. (E1)
Foto: wikipedia.org
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC -
20 November 2008
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak -
20 November 2008
KPK Minta Pihak Terkait Penyidikan BLBI Lengkapi Data -
19 November 2008
Lembaga Publik Harus Sediakan Informasi On Line -
19 November 2008
Mahasiswa Protes Kenaikan APBD Jateng
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







