| 21 November 2008 |
Berita
Pemerintah Myanmar Kecam Sanksi Internasional
7 November 2007 - 14:56 WIB
Rosmi Julitasari S
VHRmedia.com, Yangon - Pemerintah Myanmar mengecam sanksi internasional yang diberlakukan terhadap negara itu. Menurut mereka, sanksi itu hanya akan memperlambat pembangunan dan memperparah kemiskinan di negaranya.
Harian resmi pemerintah New Light of Myanmar Rabu (7/11) memberitakan pernyataan Menteri Informasi Myanmar Brigadir Jenderal Kyaw Hsan yang merangkap juru bicara pemerintah bahwa usaha kolektif dari dalam dan luar negeri untuk menerapkan sanksi berkenaan dengan investasi, bantuan dan pinjaman keuangan internasional, perdagangan, serta pariwisata akan menjadi penyebab utama kemiskinan di negaranya. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Australia.
Sanksi baru itu dijatuhkan karena junta militer Myanmar menolak undangan utusan khusus PBB untuk mengadakan pembicaraan antara PBB, pemerintah Myanmar, dan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi, saat utusan khusus Ibrahim Gambari berkunjung di Myanmar kemarin.
"Myanmar tidak akan tunduk pada tekanan dari luar negeri. Kami tidak akan membiarkan pihak luar mana pun mencampuri urusan dalam negeri Myanmar," kata Kyaw Hsan saat pembicaraan dengan Gambari berlangsung di ibu kota baru Myanmar, Naypyidaw.
Situs www.reuters.com hari ini menulis, Kyaw Hsan mengatakan, pembicaraan dengan Suu Kyi terlalu prematur untuk dilakukan dan tekanan sanksi internasional hanya akan memperburuk keadaan.
Utusan khusus PBB Ibrahim Gambari tiba di Yangon Sabtu (3/11) atas undangan pemerintah Myanmar untuk menjadi mediator bagi rekonsiliasi nasional. Itu merupakan kunjungan kedua Gambari di Burma. Kunjungan pertama pada 29 September lalu sebagai respons PBB terhadap kekerasan yang dilakukan junta militer Myanmar terhadap aksi damai para biksu dan kelompok prodemokrasi di berbagai wilayah di Burma. (E4)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
12 November 2008
Oey Hoey Tiong dan Rusli Simanjuntak Divonis 4 Tahun Penjara -
4 November 2008
Timnas PAB TNI Usulkan Reposisi Bisnis Militer -
24 Oktober 2008
Ahli Hukum Setuju TNI Disidik Polisi Militer -
17 Oktober 2008
DPR Belum Satu Suara soal Penyidik Militer -
25 September 2008
Militer Diduga Terlibat Pembunuhan Opinus
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







