| 20 November 2008 |
Berita
Pembunuhan Munir
Ramelgia Tugaskan Polly di Coorporate Security
8 November 2007 - 12:56 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia.com, Jakarta - Vice President Corporate Security PT Garuda Indonesia Ramelgia Anwar mengaku pernah diminta oleh Pollycarpus Budihari Priyanto untuk memundurkan tanggal penerbitan surat tugas yang bersangkutan ke Singapura. Dia juga mengaku menugaskan pilot Garuda itu menjadi staf perbantuan di bagian Coorporate Security.
Pengakuan Ramelgia tersebut terungkap dalam sidang pemeriksaan saksi kasus pembunuhan Munir dengan terdakwa Indra Setyawan, mantan Dirut PT Garuda Indonesia. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/11), Ramelgia menjelaskan, pada 11 Agustus 2004 Pollycarpus meminta diperbantukan di unit yang dipimpin Ramelgia atas surat tugas dari Indra Setyawan.
Ramelgia yang sudah 34 tahun bekerja di bagian Corporate Security sempat mempertanyakan izin tugas Pollycapus, karena dengan terbitnya surat tugas itu Pollycarpus memiliki dua atasan sekaligus. Sebagai pilot, Pollycarpus berada di bawah pengawasan Chief Pilot Airbus 330 Karmel Fauza Sembiring, namun sebagai staf yang diperbantukan di Corporate Security, Pollycarpus memiliki atasan Ramelgia Anwar. "Faktanya memang seperti itu. Seharusnya mekanismenya tidak demikian. Seharusnya dikoordinasikan dan dimusyawarahkan kepada saya selaku Vice President," katanya.
Ramelgia mengaku tidak mengetahui perihal perubahan jadwal penerbangan Pollycarpus ke Singapura. Sebab, sejak 2 hingga 11 September 2004 dia mendapat tugas melakukan inspeksi ke beberapa bandar udara di Indonesia sehingga tidak memantau tugas Pollycarpus.
Namun pernyataan itu dibantah terdakwa lainnya, Rohainil Aini, Secretary Cief Garuda Airbus 330. Menurut Rohainil, berdasarkan keterangan Pollycarpus, perubahan jadwal tugas ke Singapura diketahui oleh Ramelgia Anwar. "Saya membuat perubahan nota dinas itu karena ada surat dari Dirut dan Polly mengatakan mendapat tugas dari Ramelgia dan akan diberitahukan kepada Kapten Karmel," kata Rohainil.
Hakim mendesak Ramelgia menjelaskan surat tugas untuk Pollycarpus yang dibuatnya pada 15 September 2004. "Kalau saksi (Ramelgia) mengatakan tidak mengakui keberadaan Polly di Corporate Security, kenapa menerbitkan surat tugas pada tanggal tersebut? Sementara Pollycarpus terbang ke Singapura pada 6 September? Padahal di sini tertulis surat tugas. Yang benar yang mana?" cecar anggota majelis hakim Makassau.
Ramelgia mengaku pembuatan surat tugas itu atas permintaan Chief Pilot Airbus 330 Kapten Karmel Fauza Sembiring. Permintaan tersebut merujuk pada surat tugas yang dikeluarkan Indra Setyawan pada 11 Agustus 2004. "Kapten Karmel meminta kepada saya untuk memberikan catatan jika sewaktu-waktu Pollycarpus ditugaskan lagi. Pollycarpus terbang berdasarkan nota yang dikeluarkan oleh Rohainil," ujarnya.
Kuasa hukum Indra Setyawan menanyakan perubahan tanggal keberangkatan Pollycarpus ke Singapura seperti yang tercantum dalam surat tugas. Dalam surat yang sebenarnya dikeluarkan pada 15 September itu Ramelgia mengubah tanggal pembuatannya menjadi 4 September atas permintaan Pollycarpus.
Namun Ramelgia bersikukuh bahwa dia tidak menerbitkan surat tugas itu. Setelah dicecar banyak pertanyaan oleh majelis hakim, akhirnya terdakwa mengakui penugasan Pollycarpus di Corporate Security, dan dipertegas dengan terbitnya surat tugas yang dibuat pada 15 September.
Suciwati yang juga menjadi saksi dalam sidang tersebut mengaku almarhum suaminya pernah dihubungi oleh anggota Badan Intelijen Negara bernama Bjah Soebijakto. "Almarhum selalu cerita kepada saya. Dia bilang sebelum berangkat pernah dihubungi oleh anggota BIN yang ngotot ingin bertemu. Tapi karena suatu hal pertemuan itu tidak pernah terjadi," katanya.
Setelah Munir meninggal, ditemani kawan-kawan dari Kontras dan Imparsial, Suciwati bertemu dengan Deputi VII BIN tersebut. Pertemuan dilakukan dua kali di sebuah restoran di Jakarta. Dalam pertemuan itu Suci menanyakan keinginan Bjah yang ngotot ingin bertemu dengan suaminya. Anggota BIN itu mengaku hanya ingin berdiskusi dengan orang-orang yang kritis seperti Munir.
Namun ketika Suciwati menanyakan dugaan Pollycarpus yang juga bekerja sebagai anggota BIN seperti dilansir media, Bjah tidak banyak berkomentar soal itu. "SK pengangkatan Pollycarpus sebagai anggota BIN itu harus ditindaklanjuti. Itu kata Bjah sendiri," kata Suciwati.
Menurut Suciwati, tidak lama setelah pertemuan itu Bjah diberhentikan dari BIN. Hal itu semakin memperkuat dugaan dia mengenai keterlibatan BIN dalam pembunuhan suaminya dan Pollycarpus merupakan anggota BIN yang diangkat melalui surat keputusan. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
18 November 2008
KASUM: Gunakan Cara Khusus untuk Buktikan Keterlibatan BIN -
18 November 2008
Muchdi Akui Pertemuan dengan Indra Setyawan -
14 November 2008
Korban Salah Tangkap di Jombang Segera Bebas -
13 November 2008
Indiarto Senoaji Nilai Dakwaan Jaksa Lemah -
13 November 2008
Saksi Akui Keberadaan Tim Mawar
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
PKL Surabaya Tolak Perda Penggunaan Jalan
20 November 2008 - 13:38 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







