Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

Operasi Yustisi Langgar Hak Asasi Manusia

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia.com, Jakarta - Operasi yustisi kependudukan yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI akhir bulan Oktober ini, dinilai melanggar hak asasi manusia. Digelarnya operasi ini juga menjadi bukti bahwa Gubernur Jakarta Fauzi Bowo telah melanggar janji yang diteriakan pada kampanye "Jakarta Untuk Semua".

 

Pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Hermawanto menyatakan, setiap warga negara mempunyai hak untuk tinggal dimanapun, seperti  diatur dalam UUD 1945. "Artinya, pemerintah harus memfasilitasi masyarakat untuk tinggal dimanapun. Sementara operasi yustisi justru mengusir seseorang dari wilayah tertentu. Itu artinya mereka (pemerintah) telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia," kata Hermawanto di kantor LBH Jakarta, Jumat (26/10).

 

Menurut Hermawanto, jika Pemprov DKI tetap melakukan operasi yustisi pada tahun ini, koalisi Jakarta Untuk Semua Tolak Operasi Yustisi (Justisi) akan mengajukan judicial review Perda DKI nomer 4/2004 tentang pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil ke Mahkamah Konstitusi.

 

"MK selalu bilang bahwa dirinya merupakan penjaga konstitusi, semua hakim MK mengatakan itu. Artinya segala sesuatu yang berkaitan dengan konstitusi, MK harus berani memutus. Jika MK menolak, maka MK berada dalam dilema kepastian hukum itu sendiri," ujarnya.

 

Hermawanto mengakui untuk melakukan judicial review terhadap peraturan perundangan dibawah UU dilakukan ke Mahkamah Agung. Namun, karena MA selalu menolak uji perda yang diajukan masyarakat, Koalisi Justisi akan menggugat pemberlakuan Perda 4/2004 langsung ke MK.

 

Mulai hari ini Koalisi Justisi membuka posko-posko pengaduan korban yang terjaring operasi yustisi. Menurut Hermawanto, seharusnya Pemprov DKI sadar bahwa Jakarta bukan bagian terpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga tidak dapat semena-mena melarang orang untuk datang ke Ibu kota untuk mengadu nasib. (E1)

 

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua