| 21 November 2008 |
Berita
Dugaan Suap Pemilihan Deputi BI
DPR Dorong KPK Usut Pengakuan Agus Condro
26 Agustus 2008 - 16:39 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi terus penyelidiki dugaan penerimaan suap oleh anggota DPR terkait pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom. DPR tidak akan melindungi anggotanya yang terlibat.
Hal itu dikatakan Ketua DPR Agung Laksono menanggapi tindakan anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Agus Condro yang kembali mendatangi KPK hari ini. "Sikap utama DPR mendorong KPK untuk melanjutkan. Jadi, tidak pernah ada permintaan untuk menghentikan, tidak pernah melindungi," kata Agung Laksono di Jakarta, Selasa (26/8).
Pimpinan dan Badan Kehormatan DPR akan segera membahas tanggapan parlemen atas pengakuan Agus Condro. Pembahasan itu menyusul pengakuan Agus Condro menerima dana Rp 500 juta saat pemilihan Deputi Gubernur BI tahun 2004.
Agus Condro mengaku menerima dana tersebut bersama sejumlah anggota Fraksi PDIP lainnya di ruangan Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan (saat itu) Emir Moeis. "Hari Jumat (29/8) kami akan bicara untuk menanggapi pengakuan Agus Condro," ujar Agung Laksono.
Dalam pembahasan itu akan dibicarakan kemungkinan memanggil pihak-pihak yang diduga mengetahui penyaluran dana tersebut. Termasuk kemungkinan memanggil Miranda Goeltom. "Nanti kita bicarakan dulu. Sebab pengakuan-pengakuan ini tentu ada konfirmasi," katanya.
Wakil Ketua Badan Kehormatan Gayus Lumbuun mengatakan, meski terbuka peluang memanggil semua pihak yang diduga terlibat, dia menolak menyebut akan memanggil Miranda Goeltom. "Saya tidak mengatakan spesifik Miranda. Tapi siapa saja yang mempunyai indikasi yang diperlukan BK untuk mengusut, akan diperiksa," katanya. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
KPK Minta Pihak Terkait Penyidikan BLBI Lengkapi Data -
19 November 2008
Intervensi Pemerintah Dominasi Keputusan DPRD -
18 November 2008
DPR Persilakan KPK Selidiki Proyek Renovasi -
14 November 2008
AFAD: Dorong Pemerintah Ratifikasi Konvenan Antipenghilangan Paksa -
14 November 2008
Kubu Khofifah dan Soekarwo Siap Terima Putusan MK
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







