Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Kesehatan Reproduksi Remaja

Dinkes Jombang agar Optimalkan Program KRR

Eka Rimawati

VHRmedia, Jombang - Sejumlah organisasi perempuan di Jombang, Jawa Timur, menuntut Dinas Kesehatan lebih peka terhadap persoalan kesehatan perempuan. Mereka menuntut Program Kesehatan Reproduksi Remaja dioptimalkan sebagai bagian kerja Dinas Kesehatan.

Mudayatin, aktivis Women Crisis Center Jombang, menilai pelaksanaan Program Kesehatan Reproduksi Remaja selama ini tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Program itu tidak optimal karena lemahnya sistem informasi Dinas Kesehatan. "Informasi tentang KRR tidak sampai ke masyarakat, padahal programnya ada," kata Mudayatin, Kamis (28/8).

Menurut dia, agar program Program KRR optimal dan bermanfaat bagi masyarakat, Dinas Kesehatan perlu melakukan terobosan, di antaranya melibatkan bidan desa. "Dinkes jangan hanya berharap masyarakat datang ke puskesmas. Mereka juga harus mau jemput bola, karena tidak semua masyarakat mau ke puskemas untuk bertanya soal KRR."


Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Endang Wahyuningsih membantah pihaknya tidak optimal melaksanakan Program Kesehatan Reproduksi Remaja. "Program ini sudah jalan, tinggal masyarakat mau datang ke puskesmas atau tidak," katanya. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


2 Komentar

  1. Alifatul Fitriyah
    30 Oktober 2008 pukul 5:14

    Emang masih banyak sih masy. Jombang yg belum tahu ttg program KRR, tp hal ini bukan berarti Dinkes,Badan KB Kab. Jombang & lintas sektoral terkait tidak optimal menangani hal ini.Sebenarnya dah sering kok lintas sektoral jemput bola ttg program ini, cuman kadang masy. aja yg respons-nya dingin2 aja.
    Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) sebenarnya dah dibentuk di masing2 kec, cuman bagaimana model pelayanan kesehatan reproduksi yg cocok untuk remaja, masih merupakan aspek lain dari isu kesehatan reproduksi yang belum banyak dibahas dalam kajian PIK-KRR.
    Bagi kami,hal ini sangat urgen mengingat perilaku seksual yang beresiko di kalangan remaja Jombang cukup tinggi. Barangkali ada pihak2 yang mau berbagi pengalaman/mau memberikan materi/buku2/CD/apa saja yg dapat bermanfaat mengembangkankegiatan PIK-KRR di wil.kami,dengan senang hati kami akan menerimanya.









  2. Alifatul Fitriyah
    30 Oktober 2008 pukul 5:14

    Emang masih banyak sih masy. Jombang yg belum tahu ttg program KRR, tp hal ini bukan berarti Dinkes,Badan KB Kab. Jombang & lintas sektoral terkait tidak optimal menangani hal ini.Sebenarnya dah sering kok lintas sektoral jemput bola ttg program ini, cuman kadang masy. aja yg respons-nya dingin2 aja.
    Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) sebenarnya dah dibentuk di masing2 kec, cuman bagaimana model pelayanan kesehatan reproduksi yg cocok untuk remaja, masih merupakan aspek lain dari isu kesehatan reproduksi yang belum banyak dibahas dalam kajian PIK-KRR.
    Bagi kami,hal ini sangat urgen mengingat perilaku seksual yang beresiko di kalangan remaja Jombang cukup tinggi. Barangkali ada pihak2 yang mau berbagi pengalaman/mau memberikan materi/buku2/CD/apa saja yg dapat bermanfaat mengembangkankegiatan PIK-KRR di wil.kami,dengan senang hati kami akan menerimanya.









Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua