Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Korban Dihukum 12 & 17 Tahun

Polda Jatim Akan Usut Kasus Salah Tangkap

Yovinus Guntur Wicaksono

VHRmedia, Surabaya - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Herman Sumawiredja menyatakan akan menindak personelnya terkait salah tangkap tersangka pelaku kasus pembunuhan Asrori di Jombang. Belakangan terungkap Asrori merupakan salah satu korban pembunuhan Very Idham Henyansyah.


Menurut Herman Sumawiredja, Polres Jombang telah salah menangkap Maman Sugianto, Imam Hambali, dan David Eko Priyanto yang diduga membunuh Asrori. Bahkan, Imam Hambali dan David Eko Prasetyo pada 8 Mei lalu dijatuhi hukuman 17 dan 12 tahun oleh Pengadilan Negeri Jombang.


Polda Jatim telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus salah tangkap ini. Kapolda berjanji menindak personelnya, termasuk Kapolres Jombang, jika ternyata terdapat kesalahan prosedur dalam menyusun berita acara pemeriksaan.


Herman Sumawiredja melihat kasus ini sebagai kesalahan kerangka sistem hukum, sehingga jaksa dan hakim yang terlibat proses hukum juga harus bertanggung jawab. "Jadi, jangan melihat sepihak. Lihatlah ini sebagai satu kerangka sistem hukum," katanya.


Polda Jatim akan mempublikasikan hasil penyelidikan tim khusus. "Saya mengambil langkah ini supaya semuanya terbuka dan tidak ada yang disembunyikan polisi," ujar Herman Sumawiredja, Kamis (28/8).


Kasus salah tangkap ini terungkap setelah Very Idham Henyansyah, pelaku pembunuhan berantai, mengakui Asrori alias Aldo sebagai salah seorang korbannya. Sebelumnya polisi  menangkap Maman Sugianto, Imam Hambali, dan David Eko Priyanto dengan dugaan sebagai pelaku pembunuhan Asrori. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


2 Komentar

  1. mamat
    1 September 2008 pukul 12:22

    jangan terus menyalahkan polisi karena polisi juga manusia, dan peristiwa tersebut adalah proses penyidikan tindak pidana, dan bagi polri kesalahan ini harus menjadi pelajaran yang berharga dan lebih profesional dalam bekerja, amin

  2. Sangil
    2 September 2008 pukul 2:39

    smoga pak pulisi ga' malu kalo salah tangkap. Yang konyol adalah jika pak pulisi dan jaksa malah bikin sukenario baru.

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua