Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Rutan Medaeng Campur Tahanan Anak & Dewasa

Yovinus Guntur Wicaksono

VHRmedia, Surabaya - LSM anak Surabaya Children Center (SCC) memprotes tindakan Rumah Tahanan Kelas I Medaeng yang mencampurkan tahanan anak-anak dengan tahanan dewasa.


SCC akan mengadukan hal itu ke Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Jawa Timur. "Selain mempertanyakan masalah tersebut, kami akan memberikan sumbangan ide solusi penempatan tahanan anak. Apa pun alasannya, ini menyalahi aturan," kata Ketua SCC Nonot Suryono di kantornya, Rabu (20/8).


Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Surabaya R Adi Wibowo mengatakan tahanan anak-anak dan dewasa harus dipisahkan di rumah tahanan berbeda. "Dalam Pasal 31 Ayat 1 disebutkan, anak nakal yang oleh hakim diputus untuk diserahkan kepada negara, ditempatkan di lembaga pemasyarakatan anak sebagai anak negara. Ini kan sudah jelas."


Namun Adi Wibowo enggan berkomentar soal tindakan Rutan Medaeng yang mencampurkan tahanan anak-anak dan tahanan dewasa. Menurut dia, kasus tersebut sudah masuk dalam kewenangan instansi lain. "Saya yakin Rutan Medaeng bisa menyelesaikan masalah ini," ujarnya. (E1)


©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua