Voice of Human Rights News Center

English English 07 Oktober 2008  

 

Berita

HUT Ke-62 Polri

Stop Kekerasan, Polri Harus di Bawah Depdagri

Hervin Saputra

VHRmedia.com, Jakarta - Posisi Polri di bawah presiden secara langsung membuka peluang institusi itu terlibat dalam kegiatan politik kekuasaan. Kepolisian sebaiknya diposisikan di bawah Departemen Dalam Negeri agar penanganan keamanan negara tidak dipengaruhi kepentingan politik.

 

Hal itu disampaikan Koordinator Riset Imparsial Bhatara Ibnu Reza dalam diskusi mengkritisi polisi menyambut Hari Ulang Tahun Ke-62 Kepolisian Republik Indonesia, di Jakarta, Selasa (1/6). Menurut dia, hanya Indonesia dan Myanmar yang menempatkan kepolisian di bawah presiden secara langsung. Kepolisian di negara maju berada di bawah salah satu departemen.  

 

Menurut Direktur Imparsial Rusdi Marpaung, pada awal berdirinya Polri pernah berada di bawah Departemen Dalam Negeri. Kala itu Polri bekerja profesional. "Polisi dicintai," katanya.

 

Posisi Polri yang langsung di bawah presiden memunculkan prestise dan memicu kecemburuan aparat keamanan negara, seperti TNI. "Ada masalah sosiologis kalau Polri berada di bawah presiden," kata Rusdi.

 

Imparsial mencatat, sejak reformasi 1998 hingga 2007 polisi berada di posisi pertama pelaku kekerasan terhadap masyarakat, dibandingkan aparat keamanan lainnya. Hal tersebut tidak berubah hingga tahun 2008.

 

Contoh terbaru adalah aksi penyerbuan polisi saat menangani demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di kampus Universitas Nasional Jakarta 24 Mei lalu dan dugaan pembiaran dalam penyerangan massa Front Pembela Islam terhadap anggota AKKBB di Monas 1 Juni lalu.

 

Rusdi menilai penyebab terjadinya kedua insiden tersebut adalah kesalahan Prosedur Tata Aturan Pelaksanaan Polri. Dia meminta prosedur tersebut dikaji ulang agar tidak terjadi perluasan kekuatan yang melanggar hak asasi manusia. "Bukan cuma jenderal, tapi juga prajurit. Karena prajurit tidak tahu apakah protap melanggar HAM," katanya. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


3 Komentar

  1. reza
    9 Juli 2008 pukul 9:34

    JANGAN DIBAWA PRESIDEN DOONG, MESTINYA POSISI POLRI BERADA DIBAWAH TUHAN

  2. Syahril
    10 Juli 2008 pukul 10:39

    Polri berasal dari masyarakat mewakili masyarakat harus mengayomi masyarakat dan bukan menguasai masyarakat.

  3. wawan
    1 September 2008 pukul 12:17

    jika polisi dibawah depdagri maka ada golongan tertentu yang akan terlindungi, polisi harus langsung dibawah presiden agar semua warga RI sama dimuka umum

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Jimly: Negarawan Jangan Jadi Politisi

7 Oktober 2008 - 18:29 WIB

Warga Taman BMW Bertahan

7 Oktober 2008 - 17:46 WIB

11 Parpol Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan

7 Oktober 2008 - 16:59 WIB

ASEAN Siapkan Aturan Perlindungan Buruh Migran

7 Oktober 2008 - 16:11 WIB

Komnas HAM: Stop Diskriminasikan Warga Miskin

7 Oktober 2008 - 15:42 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Ramadan ala BMI Hong Kong (2, Habis)

24 September 2008 - 13:1 WIB

 BMI yang berpuasa merasa kesepian. Banyak godaan. Rindu suasana kampung.


TAK mudah menjalankan ibadah puasa di Hong Kong, terlebih dengan status sebagai pekerja rumah tangga. Septemper ini cuaca Hong Kong tergolong panas, suhu udara mencapai 30-35 derajat Celsius.


Di luar, toko-toko

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Penumpang Kereta Bekasi-Jakarta Membeludak

2 Oktober 2008 - 14:29 WIB

Lebaran Pluralis di Kalimalang

1 Oktober 2008 - 11:16 WIB

Arus Mudik Berlanjut Hingga Hari Ini

2 Oktober 2008 - 13:2 WIB

Bom Bunuh Diri Terus Terjadi di Irak

2 Oktober 2008 - 14:47 WIB

Pengesahan RUU MA Hari Ini Batal

6 Oktober 2008 - 12:32 WIB

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua