| 07 Oktober 2008 |
Berita
HUT Ke-62 Polri
Stop Kekerasan, Polri Harus di Bawah Depdagri
1 Juli 2008 - 17:27 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia.com, Jakarta - Posisi Polri di bawah presiden secara langsung membuka peluang institusi itu terlibat dalam kegiatan politik kekuasaan. Kepolisian sebaiknya diposisikan di bawah Departemen Dalam Negeri agar penanganan keamanan negara tidak dipengaruhi kepentingan politik.
Hal itu disampaikan Koordinator Riset Imparsial Bhatara Ibnu Reza dalam diskusi mengkritisi polisi menyambut Hari Ulang Tahun Ke-62 Kepolisian Republik Indonesia, di Jakarta, Selasa (1/6). Menurut dia, hanya Indonesia dan Myanmar yang menempatkan kepolisian di bawah presiden secara langsung. Kepolisian di negara maju berada di bawah salah satu departemen.
Menurut Direktur Imparsial Rusdi Marpaung, pada awal berdirinya Polri pernah berada di bawah Departemen Dalam Negeri. Kala itu Polri bekerja profesional. "Polisi dicintai," katanya.
Posisi Polri yang langsung di bawah presiden memunculkan prestise dan memicu kecemburuan aparat keamanan negara, seperti TNI. "Ada masalah sosiologis kalau Polri berada di bawah presiden," kata Rusdi.
Imparsial mencatat, sejak reformasi 1998 hingga 2007 polisi berada di posisi pertama pelaku kekerasan terhadap masyarakat, dibandingkan aparat keamanan lainnya. Hal tersebut tidak berubah hingga tahun 2008.
Contoh terbaru adalah aksi penyerbuan polisi saat menangani demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di kampus Universitas Nasional Jakarta 24 Mei lalu dan dugaan pembiaran dalam penyerangan massa Front Pembela Islam terhadap anggota AKKBB di Monas 1 Juni lalu.
Rusdi menilai penyebab terjadinya kedua insiden tersebut adalah kesalahan Prosedur Tata Aturan Pelaksanaan Polri. Dia meminta prosedur tersebut dikaji ulang agar tidak terjadi perluasan kekuatan yang melanggar hak asasi manusia. "Bukan cuma jenderal, tapi juga prajurit. Karena prajurit tidak tahu apakah protap melanggar HAM," katanya. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
7 Oktober 2008
Jimly: Negarawan Jangan Jadi Politisi -
2 Oktober 2008
Bom Bunuh Diri Terus Terjadi di Irak -
2 Oktober 2008
Arus Mudik Berlanjut Hingga Hari Ini -
1 Oktober 2008
Lebaran Pluralis di Kalimalang -
29 September 2008
Puncak Arus Mudik dari Surabaya Sudah Lewat
3 Komentar
- reza
9 Juli 2008 pukul 9:34JANGAN DIBAWA PRESIDEN DOONG, MESTINYA POSISI POLRI BERADA DIBAWAH TUHAN
- Syahril
10 Juli 2008 pukul 10:39Polri berasal dari masyarakat mewakili masyarakat harus mengayomi masyarakat dan bukan menguasai masyarakat.
- wawan
1 September 2008 pukul 12:17jika polisi dibawah depdagri maka ada golongan tertentu yang akan terlindungi, polisi harus langsung dibawah presiden agar semua warga RI sama dimuka umum
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Jimly: Negarawan Jangan Jadi Politisi
7 Oktober 2008 - 18:29 WIB
Warga Taman BMW Bertahan
7 Oktober 2008 - 17:46 WIB
11 Parpol Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan
7 Oktober 2008 - 16:59 WIB
ASEAN Siapkan Aturan Perlindungan Buruh Migran
7 Oktober 2008 - 16:11 WIB
Komnas HAM: Stop Diskriminasikan Warga Miskin
7 Oktober 2008 - 15:42 WIB
Kisah
Ramadan ala BMI Hong Kong (2, Habis)
24 September 2008 - 13:1 WIB
BMI yang berpuasa merasa kesepian. Banyak godaan. Rindu suasana kampung.
TAK mudah menjalankan ibadah puasa di Hong Kong, terlebih dengan status sebagai pekerja rumah tangga. Septemper ini cuaca Hong Kong tergolong panas, suhu udara mencapai 30-35 derajat Celsius.
Di luar, toko-toko
Berita Terpopuler
Penumpang Kereta Bekasi-Jakarta Membeludak
2 Oktober 2008 - 14:29 WIB
Lebaran Pluralis di Kalimalang
1 Oktober 2008 - 11:16 WIB
Arus Mudik Berlanjut Hingga Hari Ini
2 Oktober 2008 - 13:2 WIB
Bom Bunuh Diri Terus Terjadi di Irak
2 Oktober 2008 - 14:47 WIB
Pengesahan RUU MA Hari Ini Batal
6 Oktober 2008 - 12:32 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







