| 20 November 2008 |
Berita
Stop Politisasi Agama Melalui Perda Syariah
23 Juli 2008 - 17:9 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Pemberlakuan peraturan daerah syariah harus dikaji ulang karena rawan politisasi agama. Agama yang dipolitisasi berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa.
Hal itu dikatakan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat dalam seminar "Pancasila: Antara Harapan dan Kenyataan" di Jakarta, Rabu (23/7). Dia berpendapat, perda syariah yang tidak sesuai dengan situasi masyarakat sekitar adalah pemaksaan ketentuan-ketentuan agama dalam ranah publik. "Kita tidak anti syariah. Tapi ketika syariah dipolitisasi, kita harus kritis!"
Pemberlakuan perda syariah adalah wujud ketidaksiapan masyarakat dengan "pengalaman baru" dalam hubungan antara umat beragama. Pengalaman baru itu menyebabkan satu agama merasa keyakinan yang dianutnya sebagai kebenaran tunggal terganggu dengan adanya keyakinan lain yang memiliki kesamaan nilai. "Untuk itu, bentuk keterlibatan agama dalam politik harus dirumuskan," ujarnya.
Artis Nurul Arifin berpendapat, politisasi agama melalui perda syariah mereduksi hak-hak perempuan yang dilindungi konstitusi. Apalagi yang mempolitisasi agama adalah para tokoh agama. "Ini sangat tidak fair," ujar artris yang kini menjadi politikus tersebut.
Nurul Arifin mengimbau masyarakat berani melawan politisasi agama yang terealisasi dalam struktur kenegaraan. Jika struktur tersebut tidak dapat diruntuhkan, masyarakat perlu mendesakkan penggantian struktur dengan mengupayakan peraturan perundang-undangan baru. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
PKL Surabaya Tolak Perda Penggunaan Jalan -
13 November 2008
Pemimpin Dunia Serukan Toleransi Beragama -
12 November 2008
Pertamina Stop Pasokan Minyak Bersubsidi di Yogya -
22 Oktober 2008
DPRD Surabaya Sahkan Perda Antirokok -
22 Oktober 2008
DPR Harus Jamin Tidak Politisasi Pansus
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







