| 21 November 2008 |
Berita
Data Pemilih Amburadul
Stop Salahkan Data Penduduk Penyebab Golput
7 Agustus 2008 - 14:57 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Buruknya sistem pendataan calon pemilih pada Pemilu 2009 akan menyebabkan banyak pemilih kehilangan hak suara. Akibatnya, legitimasi kandidat terpilih lemah di masyarakat karena jumlah golongan putih (golput) melonjak.
Anggota Komisi Pemilihan Umum I Gede Putu Arta berpendapat, lonjakan jumlah golput dalam berbagai pemilihan lebih disebabkan kesalahan sistem pemilu dibandingkan faktor kesadaran politik. "Kesuksesan Pemilu itu karena data yang valid," kata I Gede Putu Arta di Jakarta, Kamis (7/8).
Kesalahan sistem pendataan pemilih terjadi karena pelaksanaannya dipaksakan sejalan dengan program pemerintah melakukan pemutakhiran data penduduk. Data kependudukan yang akan selesai tahun 2010 itu tidak sesuai dengan daftar pemilih tetap yang harus selesai pertengahan Oktober nanti. Apalagi, KPU akan mengumumkan daftar pemilih sementara pada 8-21 Agustus 2008. "Ini yang tidak nyambung," ujarnya.
Selain itu, buruknya pendataan pemilih karena tidak ada sistem yang menjamin petugas tingkat daerah mendata sesuai prosedur, seperti mendatangi calon pemilih dari rumah ke rumah. Petugas dapat saja mengambil jalan pintas menyalin data penduduk dari desa setempat. "Itu yang menyebabkan nama orang yang sudah meninggal muncul dalam daftar pemilih," katanya.
Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat Jeirry Sumampow mengakui kesalahan data pemilih menjadi penyebab tingginya jumlah golput. Dia meminta KPU serius memperbaiki struktur data dengan mendengar masukan dari masyarakat. "Persentase golput karena orang malas memilih itu jumlahnya kecil," katanya.
Jeirry menyayangkan sikap KPU yang menjadikan sistem anggaran dan sistem pendataan penduduk sebagai penyebab ketidakakuratan data. Dia mengingatkan, KPU sudah pernah mengantisipasi masalah itu. Dia meminta anggota KPU mundur jika tidak dapat menyelesaikannya. "Ini jangan terus dikeluhkan," ujarnya.
Menurut catatan JPPR, indikasi melonjaknya jumlah golput pada Pemilu 2009 dapat dilihat melalui beberapa pilkada selama 2005-2007. Terdapat 14 pilkada gubernur dengan jumlah golput tinggi, terutama di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Jawa Tengah. Partisipasi pemilih di 3 provinsi itu di bawah 60% dari keseluruhan daftar pemilih tetap.
Pada 39 dari 165 penyelenggaraan pilkada bupati/wali kota, jumlah golput jauh lebih tinggi dari perolehan suara kandidat terpilih. Jumlah golput tertinggi terjadi pada Pilkada Batam. Dari 514.326 daftar pemilih tetap, golput mencapai 281.911 suara, sedangkan kandidat terpilih hanya meraih 93.616 suara. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92% -
19 November 2008
Pengusaha Yogyakarta Keberatan UMP 2009 -
19 November 2008
Sosialisasi Pemilu Tak Dapat Lagi Gunakan Dana APBN 2008 -
18 November 2008
Sosialisasi Pemilu Abaikan Pemilih Pemula -
14 November 2008
Kubu Khofifah dan Soekarwo Siap Terima Putusan MK
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







