| 20 November 2008 |
Berita
Sidang Pembunuhan Munir
Suciwati: Ada Orang yang Suruh Muchdi Pr
21 Agustus 2008 - 15:11 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia, Jakarta - Suciwati menilai dakwaan jaksa cukup kuat, meski baru menjelaskan gambaran umum kasus pembunuhan Munir. Dia berharap pengadilan berani mengungkap otak pembunuhan suaminya.
Seusai sidang dakwaan terhadap Muchdi Pr di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/8), Suciwati mengatakan berharap pengadilan berani mengungkap fakta di balik pembunuhan suaminya. Apalagi beberapa hal yang didakwakan terhadap Muchdi Purwopranjono di antaranya sudah dibuktikan dalam sidang sebelumnya.
"Dalam dakwaan juga dikatakan Muchdi hanya menghasut. Artinya, ada orang di atasnya. Saya berharap Muchdi berani menyebutkan siapa yang menyuruh," kata Suciwati.
Suciwati yakin Muchdi Pr tidak akan "pasang badan" melindungi otak pembunuhan. Selain itu, fakta-fakta mengarah pada kesimpulan Muchdi Pr tidak bekerja sendirian. "Masih ada Deputi II, IV, bahkan Wakil Kepala BIN. Meski dia tutup mulut, fakta itu tidak dapat dibuang begitu saja. Kalau dia menutup itu, kewajiban pengadilan untuk mengungkap. Tinggal berani atau tidak?" katanya.
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Usman Hamid menilai dakwaan jaksa baru menggambarkan fakta umum, sebatas keterangan saksi atau petunjuk. Dia berharap jaksa mendalami alat bukti lain yang belum terungkap, salah satunya melalui keterangan terdakwa. "Kalau membantah pun masih ada alat bukti lain yang digambarkan dalam dakwaan. Kita harap alat bukti yang dihadirkan dapat memberi gambaran lebih detail," katanya.
Wirawan Adnan, salah satu pengacara Muchdi Pr, meminta staf Deputi V BIN Budi Santoso dihadirkan dalam sidang. Menurut dia, kesaksian Budi Santoso dapat menjelaskan dakwaan jaksa yang menyatakan Muchdi Pr menghasut untuk membunuh Munir.
Dia menilai Komite Aksi Solidaritas untuk Munir salah arah jika menuduh BIN terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Munir. Dia yakin jika BIN terlibat dalam pembunuhan itu tentu tidak akan meninggalkan alat bukti. "Kalau meninggalkan bukti, yang melakukan pasti bukan BIN," katanya.
Wirawan mempertanyakan dakwaan yang menggunakan asumsi motif pembunuhan karena Muchdi Pr sakit hati sehingga membalas dendam. Menurut dia, selain tidak mempunyai dasar yang kuat, dakwaan itu juga tidak menjelaskan tempat kejadian pembunuhan. "Menurut kami dakwaan kabur. Kalau dituduh menganjurkan pembunuhan, anjurannya seperti apa? Jangan menggunakan katanya Budi Santoso, seharusnya kata-kata Muchdi," ujarnya.
Ketua tim jaksa Cyrus Sinaga menyatakan dakwaan terhadap Muchdi Pr sudah jelas. Menurut dia, yang didakwa dalam kasus ini orang yang menganjurkan, di antaranya memberikan kesempatan, memberikan sarana, serta menyalahgunakan wewenang untuk membunuh Munir.
"Dakwaan ini berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi. Soal yang lainnya nanti dulu. Langkah selanjutnya pada pokok perkara mengarah pada pembuktian dakwaan. Jangan sekarang," katanya. (E1)
Foto: VHRmedia/ Dian Ali Rachman
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Sekretaris KPUD Kulonprogo Jadi Tersangka -
19 November 2008
Mahasiswa Protes Kenaikan APBD Jateng -
19 November 2008
Intervensi Pemerintah Dominasi Keputusan DPRD -
18 November 2008
Muchdi Akui Pertemuan dengan Indra Setyawan -
18 November 2008
DPR Persilakan KPK Selidiki Proyek Renovasi
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







