| 03 September 2010 |
Berita
Sumiarsih dan Sugeng Ditembak Berdampingan
19 Juli 2008 - 19:44 WIB
Yovinus Guntur Wicaksono
VHRmedia.com, Surabaya - Sumiarsih dan Sugeng, terpidana mati pembunuh keluarga perwira marinir, ditembak berdampingan oleh 2 regu tembak. Pengacara terpidana mendesak hukuman mati dihapuskan dari Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Hal itu diungkapkan Sutedja Djaja Sasmita, salah seorang pengacara Sumiarsih dan Sugeng, yang menyaksikan eksekusi kedua terpidana. Setiba di lokasi, regu tembak melakukan eksekusi terhadap kedua terpidana dari jarak sekitar 5 meter.
Djaja menuturkan, Sumiarsih dan Sugeng yang mengenakan pakaian serba putih didudukkan berdampingan dengan mata ditutup kain hitam. Meski 12 anggota regu tembak secara bersamaan melepaskan tembakan, hanya sebuah senapan berisi peluru yang menewaskan terpidana.
"Posisi saya saat itu tepat 50 meter dari tempat eksekusi berlangsung. Saat ditembak, tidak terdengar suara apa pun dari mulut kedua terpidana," ujar Djaja Sasmita, Sabtu (19/7).
Djaja dijemput petugas Kejaksaan untuk menyaksikan eksekusi tersebut. Dia mengaku tidak mengetahui lokasi eksekusi karena sejak berangkat jendela mobil yang menjemputnya ditutup rapat. Dia kecewa atas keputusan pelaksanaan eksekusi mati kliennya. Sebab, selama 20 tahun dalam penjara kedua kliennya bersikap baik. Dia berharap hukuman mati dihapuskan dari KUHP, karena hukuman ini tidak berprikemanusiaan.
Sumiarsih dan Sugeng dieksekusi di hadapan regu tembak Polda Jatim, Sabtu dini hari sekitar pukul 00. 31. Dua terpidana mati kasus pembunuhan keluarga Letkol (Marinir) Purwanto ini dibawa keluar dari Rutan Medaeng, Sidoarjo, sekitar pukul 23.58 menggunakan 6 mobil Kijang bernomor polisi sama, yakni W-567-MM.
Keenam mobil itu kemudian dibagi dalam 3 kelompok. Ada yang bergerak ke arah Pasuruan dan Mojokerto, serta sebuah mobil berputar menuju Surabaya. Semuanya melaju tanpa pengawalan. Para wartawan pun kesulitan membuntuti dan mengetahui mobil mana yang membawa kedua terpidana.
Setelah diautopsi di RSUD Dr Soetomo,Surabaya, kedua jenazah dimakamkan berdampingan di Tempat Pemakaman Umum Lowokwaru, Malang. (E1)
©2010 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
16 Januari 2009
Diduga Dana Operasional Pendidikan Disunat -
13 Januari 2009
Pemerintah Siapkan 3 Opsi Tarik Uang Tommy -
13 Januari 2009
Kejagung Belum Tentukan Sikap -
12 Januari 2009
30 Kepala Sekolah Diperiksa, Tersangka Bertambah -
7 Januari 2009
Seluruh Anggota Komisi IX Terima Uang BI
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:20 WIB
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM
16 Januari 2009 - 23:54 WIB
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid
16 Januari 2009 - 21:33 WIB
Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror
16 Januari 2009 - 21:15 WIB
LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III
16 Januari 2009 - 21:4 WIB
Kisah
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:24 WIB
Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//
Redaksi
Berita Terpopuler
Tidak ada data 5 Berita terpopuler
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







