| 03 September 2010 |
Berita
TNI di Perbatasan Papua Jangan Teror Warga
24 Oktober 2007 - 13:48 WIB
Simone Baab
VHRmedia.com, Keerom - Personel Tentara Nasional Indonesia dan polisi yang bertugas di perbatasan Provinsi Papua - Papua Nugini dituntut menghentikan teror yang meresahkan masyarakat.
Dalam pertemuan menyikapi kasus pemukulan Charles Tafor, Kepala Distrik Arso 1 Kabupaten Keerom, oleh personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) penjaga perbatasan Pratu Dedy, Bupati Keerom Celsius Watae mengatakan saat ini masyarakat menginginkan hidup damai dan tenteram dengan membangun perekonomian. Karena itu, personel TNI dan Polri yang bertugas di wilayah itu perlu pendekatan persuasif serta menghindari cara-cara kekerasan dan teror dalam menyelesaikan masalah keamanan.
"Saatnya pembangunan di Keerom harus menggunakan pola persuasif dan koordinatif agar tidak merugikan masyarakat. Ke depan tidak ada lagi tindakan yang meresahkan masyarakat, terutama teror dan intimidasi yang mengancam ketenangan dan keamanan masyarakat," kata Celcius, Selasa (23/10).
Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh adat, tokoh agama, mahasiswa, dan aparat TNI serta Polri itu Komandan Kopassus Tribuana Perbatasan Letkol Inf Isak Pangemanan mengatakan proses hukum terhadap Pratu Dedy sudah dilaksanakan. Dia meminta maaf pada seluruh masyarakat Kerom atas tindakan sewenang-wenang personelnya. "Saya menyesalkan tindakan personel tersebut. Itu merupakan perbuatan tercela, sehingga harus diproses sesuai hukum."
Menanggapi tuntutan warga agar Pemkab Keerom mengusir personel Kopassus dari wilayah itu, Ketua DPRD Keerom Kundrat Gusbager mengatakan TNI tetap dibutuhkan di daerah perbatasan, sepanjang untuk menjaga keamanan. Namun dia menyesalkan pemukulan terhadap Kepala Distrik Arso 1 oleh personel Kopassus yang membuat masyarakat resah.
Pemukulan Charles Tafor terjadi pada Jumat (19/10). Dalam perjalanan pulang melayat dari distrik di dekat perbatasan Papua-Papua Nugini menuju Abepura, di sekitar Distrik Arso 2, mobil yang dikendarai Charles bersama istri dan dua anaknya dihentikan mobil Kepala Dinas Pertanian Keerom, Anthon Sumaryanto. Sopir mobil itu Pratu Dedy langsung turun dan memukul Charles. Diduga personel Kopassus itu marah karena terhalang mobil korban ketika hendak berbelok.
Buntut pemukulan itu warga marah dan sempat menutup jalan Distrik Arso 1. Warga menuntut Pemkab Keerom mengusir seluruh personel Kopassus yang berdinas di wilayah tersebut. (E1)
©2010 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
21 Januari 2009
Wajah Baru VHRmedia -
16 Januari 2009
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM -
16 Januari 2009
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid -
16 Januari 2009
Bawaslu Minta Batasan Politik Uang Dipastikan -
16 Januari 2009
Diduga Dana Operasional Pendidikan Disunat
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:20 WIB
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM
16 Januari 2009 - 23:54 WIB
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid
16 Januari 2009 - 21:33 WIB
Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror
16 Januari 2009 - 21:15 WIB
LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III
16 Januari 2009 - 21:4 WIB
Kisah
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:24 WIB
Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//
Redaksi
Berita Terpopuler
Tidak ada data 5 Berita terpopuler
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







