Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Tak Siap Ujian, Siswa Kirim Ancaman Bom

Ennon Sunarni

VHRmedia.com, Semarang - Siswa kelas II Sekolah Menengah Umum Theresiana, Semarang, ditetapkan menjadi tersangka kasus ancaman bom. Melalui layanan pesan singkat (SMS), siswa itu menyatakan sekolahnya telah dipasangi bom.

 

Kepala Satuan Operasional I Reserse Umum Polda Jawa Tengah, AKBP Nelson Purba mengatakan, ancaman bom yang disampaikan tersangka berinisial R kepada guru dan siswa SMU Theresiana itu diduga dilakukan karena pelaku depresi akibat takut menghadapi ujian.
 
"R ketakutan dan cemas karena takut menghadapi ujian. Bahkan, berdasarkan pengakuan orang tuanya, R memang memiliki kelakuan aneh. Diduga R memiliki gangguan mental. Dia mengambil nomor-nomor HP secara acak dari katalog sekolah," kata Nelson, Minggu (26/8).

Nelson menyatakan, meski ditetapkan sebagai tersangka, R belum ditahan. Siswa itu kini menjalani pemeriksaan psikologis. Dalam kasus ancaman bom itu R dijerat UU 15/2003 tentang Terorisme dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

 

Menurut psikolog Tika Bisono, depresi anak usia sekolah dapat diakibatkan tekanan menghadapi pelajaran. Kurikulum pendidikan yang memberikan bobot menghafal lebih besar daripada kemampuan memahami pelajaran, menekan mental anak sehingga kehilangan sisi nyaman dalam menjalani pelajaran.

 

"Departemen Pendidikan Nasional menurut saya malah menjadi sumber depresi itu sendiri. Materi pelajaran yang lebih memperhatikan kelebaran dibandingkan kedalaman menuntut anak harus menghafal. Kan stres juga, karena jauh dari terapan yang benar," kata Tika Bisono, Senin (27/8).

 

Menurut dia sudah saatnya Departemen Pendidikan Nasional mengubah kurikulum pendidikan yang lebih memperhatikan beban materi pelajaran yang diberikan sesuai dengan kapasitas otak anak menyerap pelajaran.

 

Pada 18 Agustus lalu, SMU Theresiana Semarang mendapat ancaman bom lewat pesan pendek (SMS) yang ditujukan kepada tujuh  guru dan dua siswa. Pesan pendek itu berupa "Senin sampai Rabu sekolah diliburkan karena ada bom, mohon doanya agar kejadian ledakan bom tidak terjadi di SMU Theresiana".

 

Akibat ancaman itu guru-guru dan siswa SMU Theresiana dicekam ketakutan. Siswa pun dipulangkan lebih awal. Polisi yang diturunkan untuk memeriksa tidak menemukan bom di lingkungan sekolah itu. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

PKL Surabaya Tolak Perda Penggunaan Jalan

20 November 2008 - 13:38 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua