| 20 November 2008 |
Berita
Tak Siap Ujian, Siswa Kirim Ancaman Bom
27 Agustus 2007 - 13:23 WIB
Ennon Sunarni
VHRmedia.com, Semarang - Siswa kelas II Sekolah Menengah Umum Theresiana, Semarang, ditetapkan menjadi tersangka kasus ancaman bom. Melalui layanan pesan singkat (SMS), siswa itu menyatakan sekolahnya telah dipasangi bom.
Kepala Satuan Operasional I Reserse Umum Polda Jawa Tengah, AKBP Nelson Purba mengatakan, ancaman bom yang disampaikan tersangka berinisial R kepada guru dan siswa SMU Theresiana itu diduga dilakukan karena pelaku depresi akibat takut menghadapi ujian.
"R ketakutan dan cemas karena takut menghadapi ujian. Bahkan, berdasarkan pengakuan orang tuanya, R memang memiliki kelakuan aneh. Diduga R memiliki gangguan mental. Dia mengambil nomor-nomor HP secara acak dari katalog sekolah," kata Nelson, Minggu (26/8).
Nelson menyatakan, meski ditetapkan sebagai tersangka, R belum ditahan. Siswa itu kini menjalani pemeriksaan psikologis. Dalam kasus ancaman bom itu R dijerat UU 15/2003 tentang Terorisme dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.
Menurut psikolog Tika Bisono, depresi anak usia sekolah dapat diakibatkan tekanan menghadapi pelajaran. Kurikulum pendidikan yang memberikan bobot menghafal lebih besar daripada kemampuan memahami pelajaran, menekan mental anak sehingga kehilangan sisi nyaman dalam menjalani pelajaran.
"Departemen Pendidikan Nasional menurut saya malah menjadi sumber depresi itu sendiri. Materi pelajaran yang lebih memperhatikan kelebaran dibandingkan kedalaman menuntut anak harus menghafal. Kan stres juga, karena jauh dari terapan yang benar," kata Tika Bisono, Senin (27/8).
Menurut dia sudah saatnya Departemen Pendidikan Nasional mengubah kurikulum pendidikan yang lebih memperhatikan beban materi pelajaran yang diberikan sesuai dengan kapasitas otak anak menyerap pelajaran.
Pada 18 Agustus lalu, SMU Theresiana Semarang mendapat ancaman bom lewat pesan pendek (SMS) yang ditujukan kepada tujuh guru dan dua siswa. Pesan pendek itu berupa "Senin sampai Rabu sekolah diliburkan karena ada bom, mohon doanya agar kejadian ledakan bom tidak terjadi di SMU Theresiana".
Akibat ancaman itu guru-guru dan siswa SMU Theresiana dicekam ketakutan. Siswa pun dipulangkan lebih awal. Polisi yang diturunkan untuk memeriksa tidak menemukan bom di lingkungan sekolah itu. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak -
19 November 2008
Mahasiswa Protes Kenaikan APBD Jateng -
14 November 2008
Kubu Khofifah dan Soekarwo Siap Terima Putusan MK -
14 November 2008
Logistik Macet, Pemilu 2009 Berpotensi Digelar Tidak Serentak -
14 November 2008
Sidang Batal Dengar Keterangan Hasjim Djojohadikusumo
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
PKL Surabaya Tolak Perda Penggunaan Jalan
20 November 2008 - 13:38 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







