Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

Timika Krisis BBM, Listrik Padam Total

Markus Makur

Vhrmedia, Timika - Hari-hari ini Timika, Papua, krisis bahan bakar minyak. PT PLN Ranting Timika memadamkan listrik secara total dari pagi hingga pukul 17.30 WIT karena tidak ada pasokan solar dari pangkalan Pertamina di Pomako.


Aktivitas di ibu kota Kabupaten Mimika ini pun nyaris lumpuh. Toko-toko tutup dan warung internet berhenti beroperasi karena hanya mengandalkan listrik PLN. Masjid di Timika dan sekitarnya harus menggunakan genset untuk menyalakan lampu saat buka puasa.


Beberapa perkantoran beralih menggunakan genset, namun tidak lama, karena bensin langka. Dari Senin (1/9) terjadi antrean sangat panjang di dua SPBU di Timika. Padahal belum ada pasokan solar dan bensin dari Pertamina.


Kepala PT PLN Ranting Timika Trimanto mengatakan, terpaksa dilakukan pemadaman listrik dari pagi hari hingga sore karena pasokan solar dari Pertamina terhenti. Setelah perayaan kemerdekaan 17 Agustus lalu PLN telah memadamkan listrik secara total, juga karena tidak ada pasokan solar dari Pertamina.


"PLN berupaya keras agar pada saat buka puasa dan salat tarawih serta pada hari Minggu listrik tetap nyala. Tetapi di hari-hari kerja harus mati, sampai pasokan solar normal kembali," kata Trimanto. (E4)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua