Voice of Human Rights News Center

English English 11 Maret 2010  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Berita

Lumpur Panas Lapindo

Uap Lumpur Ancam Warga Sidoarjo

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia.com, Jakarta - Kesehatan warga korban lumpur PT Lapindo Brantas yang bertahan di sekitar lokasi semburan terancam. Setiap hari semburan lumpur Lapindo mengeluarkan jutaan senyawa kimia berbahaya yang mengancam kesehatan warga.

 

Dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar di kantor Komnas HAM, Senin (14/7), Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Siti Maimunah mengatakan pemerintah harus mulai memperhatikan kesehatan korban. Jika pemerintah tidak segera mengambil sikap, 5 tahun lagi bencana kesehatan yang lebih besar terjadi di Sidoarjo.

 

Jarot, korban yang tinggal di luar peta terdampak, mengatakan terdapat 9 desa yang terancam tenggelam. Hasil verifikasi Gubernur Jawa Timur menyatakan 9 desa itu masuk kategori sangat berbahaya, berbahaya, dan kurang berbahaya.

 

"Apa pun kategorinya, setiap hari kami menghirup udara yang tidak enak. Sekarang sudah ada 93 titik semburan dan akan terus  bertambah. Kami minta kepastian nasib kami," kata Jarot, Senin (14/7).

 

Warga desa di luar peta terdampak menuntut perlakukan yang sama dengan warga yang masuk dalam peta terdampak. Mereka tidak peduli ganti rugi itu berasal dari PT Lapindo Brantas atau pemerintah. "Mau APBN, mau Lapindo, terserah, yang penting nasib kami diperhatikan," ujar Jarot.

 

Menurut warga korban, saat ini Sungai Porong yang dijadikan tempat aliran pembuangan lumpur Lapindo ke laut memprihatinkan. Air sungai sama sekali tidak mengalir karena penuh lumpur yang mengeras. Sementara itu Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo sebagai perwakilan pemerintah sibuk mengelola luapan lumpur. Warga mengatakan Divisi Sosial BPLS sama sekali tidak berjalan dan korban dibiarkan berhadapan langsung dengan PT Lapindo Brantas.

 

Wakil Ketua Komnas HAM M Ridha Saleh mengatakan tim penyelidikan kasus lumpur Lapindo akan segera meminta keterangan Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Para menteri itu akan dimintai pertanggungjawaban penanganan korban lumpur Lapindo. (E1)

©2010 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:24 WIB

Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//


Redaksi

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua