| 20 November 2008 |
Berita
Wantimpres: RUU Pornografi Picu Perpecahan
22 September 2008 - 18:21 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia, Jakarta - Dewan Pertimbangan Presiden menduga terdapat upaya merusak kehidupan berbangsa dan bernegara oleh kelompok tertentu melalui pengesahan RUU Pornografi. Upaya itu dapat mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa.
Hal itu dikatakan anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution seusai menerima 11 lembaga yang menyatakan menolak pengesahan RUU Pornografi. "Ini menunjukkan arus masyarakat begitu kuat menolak RUU Pornografi," kata Adnan Buyung di kantor Wantimpres, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (23/9).
Menurut dia, dari semua masukan yang diterima, pihaknya menduga ada kelompok-kelompok yang berupaya merusak kehidupan berbangsa dan bernegara melalui RUU Pornografi. Wantimpres sangat berkepentingan menjaga kelangsungan dasar kehidupan berbangsa, kebhinekaan, dan kemajemukan. "Itu dasar demokrasi. Tidak boleh dirusak oleh siapa pun. Ada upaya merusak asas kebersamaan ini."
Adnan Buyung menyatakan, kelompok-kelompok di belakang rencana pengesahan RUU Pornografi terlalu sektarian dan hanya melihat masalah dari sudut pandang sempit. Mereka hanya mempertimbangkan aspirasi kepentingan golongan umat beragama tanpa melihat kepentingan lain. Dia meminta DPR tidak memaksakan pengesahan RUU Pornografi.
Setelah menerima sejumlah masukan, Wantimpres akan menggelar sidang khusus yang akan merekomendasikan pertimbangan kepada Presiden, terkait rancangan RUU Pornografi. "Rekomendasinya masih rahasia," kata Adnan Buyung.
Lembaga yang menyatakan penolakan pengesahan RUU Pornografi pada Dewan Pertimbangan Presiden antara lain Yayasan Jurnal Perempuan, Konfrensi Waligereja Indonesia, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Indonesian Conference on Religion and Peace, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
UU Pornografi Seharusnya Mencakup Pendidikan Toleransi -
19 November 2008
Intervensi Pemerintah Dominasi Keputusan DPRD -
13 November 2008
Perang Kepentingan Parpol di DPR Ancam RUU Tipikor -
11 November 2008
Busyro: Waspadai DPR Jegal RUU Tipikor -
11 November 2008
Penghitungan Manual Pilgub Jatim Putaran II Rawan Konflik
3 Komentar
- Sandy
22 September 2008 pukul 22:23kayanya usaha yang tdk setuju UU ini (bkn setuju pornografi) mesti lebih vokal lagi, deh. mungkin perlu publikasi ke luar negeri (wakil rakyat yg mengakui HAM cuma sebagai kedok). Liat dari jumlah fraksi yg nolak di DPR aja bikin saya putus asa. bisa-bisa banyak orang rasional di negeri ini yg eksodus.
- Sin yo
24 September 2008 pukul 2:36Memang betul. Saya hanya kasian kepada sodara2 kita yang sangat fundamental dan ortodok sehingga mati2an memperjuangkan disah-kanya RUU ini.Seolah utusan dari sorga yang siap menegakan moral subyektifnya terhadap golongan lain, kmana mereka ketika BBM naik, sembako susah, banyaknya penggusuran,dll. Padahal itu yang riil dibutuhkan oleh rakyat saat ini. Bukalah mata, bahwa banyak perbedaan disekeliling kita dan juga perbedaan nilai2, dan yang mereka ber beda bukanlah tamu dinegeri ini yang seolah2 harus mengikuti aturan dari tuan rumah/"mayoritas". Tolong dijelaskan bagi ada yang ngerti mengenai landasan atau alasan dibahasnya RUU ini??jangan hanya berkutat dikulit masalah moralitas-sehingga seolah-olah mereka yang menolak adalah amoral.thanks
- johnny oncom
25 September 2008 pukul 12:50orang amerika mengatakan, anda bebas melakukan keinginan anda selama tidak mengganggu kebebasan orang lain. sekarang slogan seperti oleh orang amerika sendiri ditambahi lagi,.. selama tdk merusak lingkungan yang mengurangi manfaat dan kepentingan orang lain. slogan seperti ini banyak dibuat orang amerika dengan berbagai ekspresi misalnya anda bebas melayangkan tinju anda, tapi harus dihentikan dihadapan hidung orang, dsb..dsb..
nah kalo dari sononya yg mengangagungkan kebebasan mengatakan spt itu..apalagi kita2 yang bisanya cuma niru... maka kebebasan mengeksploatasi hal2 porno dan sex harus diatur karena mengganggu kenyamanan banyak orang. Ingat, orang yg terganggu jauh lebih banyak drpd yg segelintir seleb yg berharap dapat menikmati kebebasan berekspresi tanpa mau tau orang lain terganggu denga kebasannya itu.
Tidak malukah anda jika ibu-bapakmu juga putra-putrimu mempertontonkan bagian2 tubuh sensual di depan umum? Anda malu bukan? Ya, berarti anda masih normal. Negara jangan ikut2an sakit dengan mengikuti sahwat orang2 kurang sehat.
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







