Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Wantimpres: RUU Pornografi Picu Perpecahan

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia, Jakarta - Dewan Pertimbangan Presiden menduga terdapat upaya merusak kehidupan berbangsa dan bernegara oleh kelompok tertentu melalui pengesahan RUU Pornografi. Upaya itu dapat mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa.


Hal itu dikatakan anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution seusai menerima 11 lembaga yang menyatakan menolak pengesahan RUU Pornografi. "Ini menunjukkan arus masyarakat begitu kuat menolak RUU Pornografi," kata Adnan Buyung di kantor Wantimpres, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (23/9).


Menurut dia, dari semua masukan yang diterima, pihaknya menduga ada kelompok-kelompok yang berupaya merusak kehidupan berbangsa dan bernegara melalui RUU Pornografi. Wantimpres sangat berkepentingan menjaga kelangsungan dasar kehidupan berbangsa, kebhinekaan, dan kemajemukan. "Itu dasar demokrasi. Tidak boleh dirusak oleh siapa pun. Ada upaya merusak asas kebersamaan ini."


Adnan Buyung menyatakan, kelompok-kelompok di belakang rencana pengesahan RUU Pornografi terlalu sektarian dan hanya melihat masalah dari sudut pandang sempit. Mereka hanya mempertimbangkan aspirasi kepentingan golongan umat beragama tanpa melihat kepentingan lain. Dia meminta DPR tidak memaksakan pengesahan RUU Pornografi.


Setelah menerima sejumlah masukan, Wantimpres akan menggelar sidang khusus yang akan merekomendasikan pertimbangan kepada Presiden, terkait rancangan RUU Pornografi. "Rekomendasinya masih rahasia," kata Adnan Buyung.


Lembaga yang menyatakan penolakan pengesahan RUU Pornografi pada Dewan Pertimbangan Presiden antara lain Yayasan Jurnal Perempuan, Konfrensi Waligereja Indonesia, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Indonesian Conference on Religion and Peace, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


3 Komentar

  1. Sandy
    22 September 2008 pukul 22:23

    kayanya usaha yang tdk setuju UU ini (bkn setuju pornografi) mesti lebih vokal lagi, deh. mungkin perlu publikasi ke luar negeri (wakil rakyat yg mengakui HAM cuma sebagai kedok). Liat dari jumlah fraksi yg nolak di DPR aja bikin saya putus asa. bisa-bisa banyak orang rasional di negeri ini yg eksodus.

  2. Sin yo
    24 September 2008 pukul 2:36

    Memang betul. Saya hanya kasian kepada sodara2 kita yang sangat fundamental dan ortodok sehingga mati2an memperjuangkan disah-kanya RUU ini.Seolah utusan dari sorga yang siap menegakan moral subyektifnya terhadap golongan lain, kmana mereka ketika BBM naik, sembako susah, banyaknya penggusuran,dll. Padahal itu yang riil dibutuhkan oleh rakyat saat ini. Bukalah mata, bahwa banyak perbedaan disekeliling kita dan juga perbedaan nilai2, dan yang mereka ber beda bukanlah tamu dinegeri ini yang seolah2 harus mengikuti aturan dari tuan rumah/"mayoritas". Tolong dijelaskan bagi ada yang ngerti mengenai landasan atau alasan dibahasnya RUU ini??jangan hanya berkutat dikulit masalah moralitas-sehingga seolah-olah mereka yang menolak adalah amoral.thanks

  3. johnny oncom
    25 September 2008 pukul 12:50

    orang amerika mengatakan, anda bebas melakukan keinginan anda selama tidak mengganggu kebebasan orang lain. sekarang slogan seperti oleh orang amerika sendiri ditambahi lagi,.. selama tdk merusak lingkungan yang mengurangi manfaat dan kepentingan orang lain. slogan seperti ini banyak dibuat orang amerika dengan berbagai ekspresi misalnya anda bebas melayangkan tinju anda, tapi harus dihentikan dihadapan hidung orang, dsb..dsb..

    nah kalo dari sononya yg mengangagungkan kebebasan mengatakan spt itu..apalagi kita2 yang bisanya cuma niru... maka kebebasan mengeksploatasi hal2 porno dan sex harus diatur karena mengganggu kenyamanan banyak orang. Ingat, orang yg terganggu jauh lebih banyak drpd yg segelintir seleb yg berharap dapat menikmati kebebasan berekspresi tanpa mau tau orang lain terganggu denga kebasannya itu.

    Tidak malukah anda jika ibu-bapakmu juga putra-putrimu mempertontonkan bagian2 tubuh sensual di depan umum? Anda malu bukan? Ya, berarti anda masih normal. Negara jangan ikut2an sakit dengan mengikuti sahwat orang2 kurang sehat.

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua