Voice of Human Rights News Center

English English 03 September 2010  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Berita

Kompensasi Izin Pakai Hutan

Pemerintah Tidak Serius Lindungi Alam

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia.com, Jakarta - Rencana pemerintah mengganti kompensasi izin pakai hutan dengan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mengabaikan fungsi hutan lindung. Dalam mengeluarkan kebijakan pemerintah sering hanya mengedepankan sisi investasi.

 

Hal itu dikatakan Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Siti Maimunah di kantornya di Jakarta, Selasa (20/11). Menurut dia, alasan pemerintah sangat tidak masuk akal, mengingat izin baru di bidang tambang sangat banyak. Di Kalimantan Selatan terdapat 300-an izin dan di Kalimantan Tengah terdapat 200-an izin baru. "Jadi, tidak benar jika pemerintah mengaku investasi di sektor tambang terhambat," kata Siti di kantor Jatam, Jakarta, Selasa (20/11).

 

Hingga tahun 2001 pemerintah telah mengeluarkan minimal 158 izin pertambangan berskala besar yang berpotensi membuka 11,4 juta hektare hutan lindung yang tersisa. Di sisi lain pemerintah tidak pernah membicarakan kontribusi terbesar berkaitan dengan perubahan iklim, yaitu pertambangan.

 

"Pertambangan batu bara jauh lebih besar daripada hutan yang dihabisi. Maksudnya, pelepasan emisi ke udara selain disebabkan hutan yang dibabat, juga dari batu bara yang dijadikan bahan bakar," kata Torry Purwanggono, Koordinator Kampanye Perubahan Iklim Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

 

Berdasarkan UU 19/2004 terdapat 13 perusahaan tambang lolos mendapat izin pertambangan di kawasan hutan lindung. Padahal, eksplorasi 13 perusahaan itu berpotensi melepas karbon sebesar 185 juta hingga 251 juta ton. "Bayangkan berapa tambahan emisi karbon ke atmosfer jika persyaratan mengubah hutan lindung diperlunak," ujarnya.

 

Jatam mencatat masalah izin pertambangan sudah mencuat sejak tahun 2000. Waktu itu pemerintah mengeluarkan 158 izin pertambangan di kawasan hutan lindung di 25 kabupaten di 26 provinsi. Pada 2002-2003 Presiden (saat itu) Megawati mengeluarkan Perpu 1/2004 yang memberikan dispensasi tambang dan langsung diprotes oleh publik. Karena menuai protes, peraturan itu diubah menjadi undang-undang.

 

Dewan Perwakilan Rakyat pun meloloskan perubahan peraturan yang memberikan izin kepada 13 perusahaan tambang di area hutan lindung, yakni PT Nusa Halmahera Mineral di Maluku Utara; PT Weda Bay Nickel di Maluku Utara; PT Aneka Tambang (Antam) di Maluku Utara; PT Gag Nikel di Papua; PT Freeport Indonesia di Papua; PT Pelsart Tambang Kencana di Kalimantan Selatan; PT Intesex Sacra Raya di Kalsel dan Kaltim; PT Indominco Mandiri di Kaltim; PT Karimun Granite di Riau; PT Sorik Mas Mining di Sumut; PT Natarang Mining di Sumsel dan Bengkulu; PT International Nickel Indonesia di Sulteng, Sulteng; dan Sulsel; serta PT Aneka Tambang (Antam-Bahubulu) di Sulawesi Tenggara. (E4)

©2010 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:24 WIB

Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//


Redaksi

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua