Voice of Human Rights News Center

English English 03 September 2010  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Berita

Penyebab Utama Kemiskinan

50.000 Orang Indonesia Bunuh Diri

Tri Wibowo Santoso

VHRmedia.com, JakartaSedikitnya 50 ribu orang Indonesia bunuh diri selama tiga tahun terakhir. Kemiskinan dan himpitan ekonomi menjadi penyebab tingginya jumlah orang yang mengkhiri hidup.

 

Pada acara peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Jakarta, Senin (8/10), Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti A Prayitno mengatakan, faktor penyebab orang nekat bunuh diri karena kemiskinan yang terus bertambah, mahalnya biaya sekolah dan kesehatan, serta penggusuran. Semua itu berpotensi meningkatkan depresi akibat bertambahnya beban hidup. "Dengan demikian faktor bunuh diri di Indonesia lengkap sudah," ujar Prayitno.

 

Menurut Prayitno, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization yang dihimpun tahun 2005-2007 sedikitnya 50 ribu orang Indonesia bunuh diri. Jumlah kematian itu belum termasuk kematian akibat overdosis obat terlarang yang mencapai 50 ribu orang setiap tahun.

 

Prayitno mengungkapkan, dari jumlah tersebut, 41% bunuh diri dilakukan dengan cara gantung diri dan 23% dengan cara meminum racun serangga. "Perlu pembatasan akses mendapatkan pestisida, racun dan senjata api," ujarnya.

 

Faktor psikologis yang mendorong bunuh diri adalah kurangnya dukungan sosial dari masyarakat sekitar, kehilangan pekerjaan, kemiskinan, huru-hara yang menyebabkan trauma psikologis, dan konflik berat yang memaksa masyarakat mengungsi.

 

Data Departemen Kesehatan menyebutkan, beberapa daerah memiliki tingkat bunuh diri tinggi, antara lain Provinsi Bali mencapai 115 kasus selama Januari - September 2005 dan 121 kasus selama tahun 2004. Pada 2004 di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tercatat 20 kasus bunuh diri dengan korban rata-rata berusia 51-75 tahun.

 

Kasus bunuh diri di Jakarta sepanjang 1995-2004 mencapai 5,8% per 100 ribu penduduk, kebanyakan lelaki. Dari 1.119 orang bunuh diri di ibu kota negara, 41% dengan cara gantung diri, 23% menenggak racun. Selain itu, 256 orang menemui ajal akibat overdosis obat.

 

Tingginya angka bunuh diri di Indonesia mendekati negara pemegang rekor dunia seperti Jepang mencapai lebih dari 30 ribu orang per tahun dan China yang mencapai 250 ribu orang per tahun.

 

 

Untuk mencegah tindakan bunuh diri, kata Prayitno, diperlukan identifikasi dini, terapi yang tepat, serta menekan harga obat antidepresi agar terjangkau pasien miskin yang membutuhkan. Diperkirakan 70% korban sebetulnya pernah berobat ke dokter, minimal dokter umum. Namun, dokter sulit mengenali tanda depresi orang yang akan bunuh diri.

 

Dalam pidato yang dibacakan Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Depkes, Krisno Tirtawijaya, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan perlu segera dilakukan tindakan mengendalikan sakit jiwa.

Agar sehat jiwa raga, pemerintah dan masyarakat harus memperhatikan aspek biologis, fisik, mental, dan sosial budaya. (E1)

©2010 VHRmedia.com


Berita Terkait


2 Komentar

  1. PERHIMPUNAN PENYELAMAT NKRI
    8 Oktober 2007 pukul 21:52

    BAHWA JELAS, APABILA BANYAK ORANG STRESS MEMIKIRKAN KONDISI KEADAAN YANG SEMAKIN MISKIN DAN KEBUTUHAN PUN SEMAKIN MENINGKAT.SAYA MENGAKUINYA KEADAAN INI SEMAKIN TIDAK MENENTU, HARGA - HARGA SEMBAKO MELAMBUNG TINGGI SAMPAI - RAKYAT YANG TAK MAMPU TIDAK SANGGUP BELI KEBUTUHAN, DAN PENDIDIKAN PUN TIDAK DI JANKAU OLEH RAKYAT MISKIN,TEMPAT LAHAN PEKERJAAN TIDAK ADA.DAN SELURUH ASET - ASET DI INDONESIA SUDAH DIKUASAI OLEH ORANG ASING, DAN KITA TIDAK MENDAPATKAN APA - APA.

  2. Joseph Stalin Starvation
    27 Agustus 2008 pukul 23:50

    heh perhimpunan penyelamat nkri, sy bunuh km secara sadis, kurobek perutmu pake gergaji mesin, kumakan dagingmu seperti seorang kanibal! kontol, goblok, shit, memek, jembut, asshole, itil, bucat!

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:24 WIB

Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//


Redaksi

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua