Voice of Human Rights News Center

English English 03 September 2010  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Berita

Korban Lapindo Merantai Diri di Depan Istana

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia.com, Jakarta - Untuk menunjukkan kuatnya konspirasi di balik tragedi kemanusiaan lumpur Lapindo, perwakilan warga korban berunjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta dengan cara mengikat diri dengan rantai besi. Aksi itu menjadi simbol kebijakan pemerintah mengenai kasus Lapindo masih terus membelenggu rakyat.

 

Rere, salah satu perwakilan warga, mengaku memilih cara itu sebagai simbol penderitaan korban yang terus dibelenggu kebijakan pemerintah. Ketika warga berusaha mencari solusi dan mengadu ke berbagai pihak, pemerintah justru membelenggu korban dengan mengeluarkan Perpres 14/2007.

 

Perpres Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo itu selain dinilai bertentangan dengan undang-undang, juga bertolak belakang dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. "Secara psikologis ini bentuk ekspresi korban yang lelah. Tidak tahu lagi harus berbuat apa terhadap konspirasi antara penguasa dan pengusaha yang semakin membelenggu kemerdekaan rakyat Porong," kata Rere, Kamis (22/11).

 

Warga menuntut pemerintah berani melepaskan "rantai belenggu" konspirasi dengan PT Lapindo dengan cara memecat Aburizal Bakrie dari jabatan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

 

Hingga saat ini nasib korban lumpur Lapindo belum jelas. Pemberlakuan Perpres 14/2007 sebagai dasar hukum pemberian ganti rugi bagi korban justru menjadi cikal bakal berlanjutnya kesengsaraan yang menimpa para korban lumpur. (E1)

©2010 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:24 WIB

Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//


Redaksi

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua