| 03 September 2010 |
Berita
Lumpur Lapindo
Perwakilan PBB Tolak Bantu Korban Lapindo
5 September 2007 - 14:32 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia.com, Jakarta - Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kemanusiaan tidak akan turun tangan menangani pengungsi korban lumpur Lapindo sebelum diminta oleh pemerintah Indonesia. Hal itu terungkap dalam pertemuan perwakilan warga korban lumpur Lapindo dengan United Nations Office for Coordinator of Humanitarian Affairs di Jakarta, Rabu (5/9).
Menurut Abi, perwakilan warga yang diterima berdialog, mengatakan dengan UNOCHA menolak turun tangan menangani pengungsi lumpur Lapindo. Sebab, , lembaga kemanusiaan internasional itu terikat aturan birokrasi dengan pemerintah Indonesia yang belum mengajukan permohonan bantuan.
Namun, lembaga yang pernah membantu menangani pengungsi bencana alam tsunami di Aceh itu berjanji akan berkoordinasi dengan lembaga internasional lain yang mempunyai wewenang dalam penanganan korban kemanusiaan seperti terjadi di Sidoarjo.
Darto, korban lumpur Lapindo, dalam orasi di depan kantor UNOCHA meminta lembaga itu segera membantu ribuan orang korban luapan lumpur yang kini telantar di tempat pengungsian. "Wahai lembaga PBB, manusiakanlah kami. Wujudkan program-programmu dan lihatlah penderitaan kami. Jangan kalian diam saja," katanya.
Aminah, salah satu korban, mengatakan sebaiknya lembaga kemanusiaan internasional itu untuk angkat kaki dari Indonesia jika tidak peduli terhadap nasib para korban kemanusiaan di Sidoarjo.
Pada 20 Maret lalu Kepala UNOCHA untuk Indonesia Abdul Haq Amiri juga menolak permintaan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi untuk memberikan bantuan kepada warga korban lumpur Lapindo. Menurut Abdul Haq, pihaknya akan turun menangani korban lumpur Lapindo setelah pemerintah mengajukan permohonan bantuan.
Saat ini ribuan korban lumpur Lapindo bertahan pengungsian Pasar Baru Porong, Sidoarjo, dalam kondisi mengenaskan. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat belum memperhatikan nasib mereka yang kini hidup terlunta-lunta, antara lain karena lambannya pemberian ganti rugi. (E1)
©2010 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
15 Januari 2009
Caleg & Capres Tak Peduli Korban Lapindo -
6 Januari 2009
200 Rumah Rawan Roboh akibat Lumpur Lapindo -
30 Desember 2008
Lagi, Warga Demo Tagih Janji Lapindo -
22 Desember 2008
Lumpur Lapindo Ancam Surabaya -
12 Desember 2008
Warga 13 Desa Tuntut Masuk Peta Terdampak
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:20 WIB
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM
16 Januari 2009 - 23:54 WIB
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid
16 Januari 2009 - 21:33 WIB
Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror
16 Januari 2009 - 21:15 WIB
LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III
16 Januari 2009 - 21:4 WIB
Kisah
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:24 WIB
Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//
Redaksi
Berita Terpopuler
Tidak ada data 5 Berita terpopuler
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







