| 28 Agustus 2008 |
Potret
Bekal bagi Arwah
22 Agustus 2008 - 15:5 WIB
|
|
Warga Tionghoa tradisional percaya orang yang meninggal arwahnya pindah ke alam lain dan akan menjalani kehidupan layaknya di bumi. Karena itu mereka yang meninggal harus dibekali barang-barang duniawi, sesuai dengan aktivitas ketika masih hidup. Maka dibuatlah replika benda-benda di dunia untuk dibakar. Barang-barang itu meliputi keperluan sehari-hari seperti rumah, baju, makanan, gelas, sikat gigi, sampai keperluan sekunder seperti peralatan audio visual, kendaraan, rumah, telepon, kipas angin, ranjang, dan lemari pakaian. Jumlah barang yang dibakar tergantung kekayaan dan aktivitasnya ketika masih hidup. Untuk rumah saja ada yang besarnya sampai 10 meter kubik, lengkap dengan pengurus rumah tangga dan kolam renang. Ada juga yang dibekali pesawat terbang, apabila orang tersebut sering bepergian.Replika-replika dibuat dari rangka bambu, karton, kertas berwarna-warni, dan lem terigu.
Apin, 38 tahun, yang sudah membuat replika selama 10 tahun, mengaku dalam sehari mampu membuat 2 rumah berukuran tinggi 2 meter. Namun, pesanan barang naik-turun. “Seperti kalau sudah dekat perayaan Ceng Beng, pesanan bisa banyak,” ujarnya. Pesanan biasanya datang dari rumah-rumah duka ataupun perseorangan.
Menurut Tin Tin, 40 tahun, pemilik toko perbekalan orang meninggal, harga benda-benda yang jadi bekal orang meninggal bervariasi. Ada benda yang dijual per paket Rp 450.000. Paket tersebut terdiri atas rumah ukuran 2 meter kubik, koper, ranjang, lemari baju, televisi, pemutar DVD, kulkas, dan kipas angin. Pembeli bisa juga membeli satuan. Harga satu koper misalnya Rp 20.000, pesawat terbang Rp 100.000, dan rumah Rp 150.000. (Adrian Mulya)
18 Agustus 2008 - 19:58 WIBSurat Raksasa untuk PresidenSehari setelah perayaan kemerdekaan RI yang ke-63, Istana Merdeka menerima “kado” dari Komite Solidaritas Nasional
8 Agustus 2008 - 20:22 WIBSayang Anak? Belikan Saja Metromini
Beberapa truk Fuso berjajar rapi. Di tengah-tengahnya berbaris 3 jip warna-warni dan di
1 Agustus 2008 - 18:40 WIBHarta Karun
SEKELOMPOK orang mencebur ke Banjir Kanal Barat, Jakarta, tanpa mempedulikan sampah-sampah di kali itu. Mereka antusias
18 Juli 2008 - 18:26 WIBPengadilan Kaum HawaPemerintah Indonesia diadili secara in absentia karena memiskinkan kaum perempuan. Sejumlah saksi korban angkat bicara di
Berita Terkait
- Suciwati: Ada Orang yang Suruh Muchdi Pr 21 Agustus 2008 - 15:11 WIB
- 3 Orang Tewas Ditabrak Buldoser 3 Juli 2008 - 12:49 WIB
- Mahasiswa Korban Insiden Unas Meninggal 21 Juni 2008 - 14:11 WIB
- Keluarga Mahasiswa Unas Kemah di Depan Polres 30 Mei 2008 - 17:50 WIB
- Orang Tua Minta Mahasiswa Unas Dibebaskan 28 Mei 2008 - 10:48 WIB
Kisah Terkait
- Anak Rimba Menenteng Kamera 9 Juli 2007 - 16:0 WIB
- Wayang Barata di Metropolitan 18 Mei 2007 - 18:5 WIB
Agenda
Berita Terkini
Polisi agar Tindak Pelaku Sweeping Ramadan
28 Agustus 2008 - 16:44 WIB
Polda Jatim Akan Usut Kasus Salah Tangkap
28 Agustus 2008 - 15:15 WIB
Dinkes Jombang agar Optimalkan Program KRR
28 Agustus 2008 - 13:31 WIB
IMF Diduga Intervensi, Segera Revisi UU Migas
28 Agustus 2008 - 13:17 WIB
Bekas Ketua DPRD Sleman Diadili Awal September
28 Agustus 2008 - 12:15 WIB
Kisah
Pojok Indonesia di Hong Kong
26 Agustus 2008 - 14:48 WIB
Buruh migran Indonesia menemukan tempat pelarian. Sekadar jembatan rindu rumah dan kampung halaman.
TOKO kecil itu persis di depan kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di ruas Kewicks Street, Causeway Bay, Hong Kong. Deretan mi instan dengan trademark Indonesia berjajar memenuhi rak di
Berita Terpopuler
Pegawai Honorer Surabaya Tak Terdata BKN
8 Agustus 2008 - 16:24 WIB
Anggaran Pendidikan Utamakan Gaji Guru
15 Agustus 2008 - 16:58 WIB
Pengesahan PP 41/2007 Jatim Molor
1 Agustus 2008 - 16:1 WIB
Status Tersangka Bupati Sleman Belum Jelas
1 Agustus 2008 - 15:33 WIB
Peraturan 5 Menteri Tak Berkekuatan Mengikat
1 Agustus 2008 - 16:33 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB








