| 20 November 2008 |
Kisah
Ramadan ala BMI Hong Kong (2, Habis)
24 September 2008 - 13:1 WIB
Rie Rie
BMI yang berpuasa merasa kesepian. Banyak godaan. Rindu suasana kampung.
TAK mudah menjalankan ibadah puasa di Hong Kong, terlebih dengan status sebagai pekerja rumah tangga. Septemper ini cuaca Hong Kong tergolong panas, suhu udara mencapai 30-35 derajat Celsius.
Di luar, toko-toko dan kedai makan buka seperti biasa, tanpa penutup, bahkan toko Indonesia sekalipun. Tidak ada juga spanduk ataupun tulisan tentang anjuran untuk menghormati orang puasa seperti yang ada di Indonesia. Semuanya masih tetap sama.
Bahkan tempat dugem pun semakin memberikan tawaran yang menggiurkan dengan diskon minuman ataupun gratis biaya masuk bagi pekerja migran. Yang tersaji di depan hidung mereka makanan lezat yang gampang membuat puasa mereka batal.
Bagi para BMI yang berniat menjalankan ibadah puasa, hari libur menjadi godaan terberat. Mereka umumnya mendapatkan jatah libur hari Sabtu atau Minggu.
Orang yang dari rumah berniat mengaji ke Masjid Wanchai bisa saja tiba-tiba berbelok ke diskotek Laguna atau lari ke Tsim Sha Tuoi, tempat cowok berhidung mancung seperti Amithabh Bachchan berkumpul.
Apalagi lagi para BMI yang berorientasi seksual sejenis. Mereka berlibur sekali dalam sepekan untuk berjumpa dengan sang "pacar". Pasangan BMI sejenis tetap berangkulan, bermesraan, berpelukan, bahkan berciuman di depan umum, meski di bulan Ramadan.
Singkatnya, dengan begitu banyak godaan dan tugas berat sebagai pekerja rumah tangga membuat mayoritas BMI muslim di Hong Kong memilih tak menjalankan ibadah puasa.
Meskipun demikian, selama Ramadan di pojok-pojok Victoria Park, tempat kongkow BMI, dengan mudah dapat dijumpai perempuan berkerudung yang salat, membaca Al Quran, mendengarkan ceramah, atau diskusi agama.
Dan, baik mereka yang berpuasa maupun tidak, rata-rata BMI mengalami kerinduan berlipat pada keluarga dan kampung halaman setiap kali Ramadan datang.
Siti mengaku menangis di malam pertama sahur. Ia teringat suami dan anaknya di rumah. "Rasanya kok nelangsa banget, sahur sendirian di negeri orang. Pengin banget puasa di kampung saja. Tapi mau gimana lagi?" ungkapnya.
Nurhidayah juga sedih tidak bisa pulang untuk merayakan lebaran bersama keluarga selama tujuh kali lebaran, terhitung sejak di Singapura untuk pekerjaan yang sama sebagai pekerja rumah tangga. (E2) Foto oleh Francisca Ria Susanti.
Penulis adalah pekerja rumah tangga di Hong Kong, (http://babungeblog.blogspot.com)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
- PKL Surabaya Tolak Perda Penggunaan Jalan 20 November 2008 - 13:38 WIB
- Korban Salah Tangkap di Jombang Segera Bebas14 November 2008 - 14:0 WIB
- Pembebasan Bersyarat di Rutan Medaeng Bermasalah 10 November 2008 - 13:21 WIB
- Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)9 November 2008 - 8:24 WIB
- Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)9 November 2008 - 8:21 WIB
Kisah Terkait
- Jalan-jalan ke Kampung Amrozi (1)14 November 2008 - 11:52 WIB
- Air Gunung Tak Mengalir Sampai Cijeruk (2)27 Oktober 2008 - 15:27 WIB
- Ramadan ala BMI Hong Kong (1)23 September 2008 - 13:24 WIB
- Mendadak Ngemis (3, Habis)17 September 2008 - 13:38 WIB
- Mendadak Ngemis (2)16 September 2008 - 12:54 WIB
Artikel Terkait
- Pengorganisasian Rakyat Ala Obama14 November 2008 - 12:28 WIB
- Hari Antipenyiksaan: Menghapus Budaya Menyiksa26 Juni 2008 - 9:53 WIB
- Memutus Kemiskinan dan Jalan Ekonomi Rakyat8 April 2008 - 17:24 WIB
- Penyelewengan Polisi dalam Demokrasi 17 Desember 2007 - 11:28 WIB
- Militer Dalam Suprastruktur Ideologi 5 November 2007 - 15:16 WIB
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Inspirasi
Politik Aspal di Sepotong Jalan
31 Oktober 2008 - 9:48 WIB
SEPOTONG jalan sepanjang 1,5 kilometer membelah kampung kami jadi dua bagian: barat masuk wilayah Kelurahan Ngijo, sedangkan timur Kelurahan Patemon. Itulah "jalan raya" bagi kami, penduduk Gebyog, pedukuhan kecil di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
"Berpuluh tahun lalu aparat desa meminta setiap kepala
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







