Voice of Human Rights News Center

English English 03 September 2010  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Kisah

Hilangnya Seorang Kapten (1)

Kurniawan Tri Yunanto

 Empat hari lagi Yadin harus berangkat berlayar. Tawaran berlayar ke Singapura dari kakak iparnya tiba-tiba ditolak begitu saja. Demi sebuah keingingan untuk mengambil hasil ujian, tiket pesawat dikembalikan. "Sebentar lagi jadi kapten, Mak. Nanti Mamak aku beliin daster," kata Yadin Muhidin kepada emaknya tersayang.


Pengakuan itulah yang sampai saat ini belum bisa dilupakan Nurhasanah (52), ibunda Yadin. Pengakuan yang sempat dikatakan, sebelum Yadin Muhidin dinyatakan hilang.


14 Mei 1998. Menjelang detik-detik tumbangnya Soeharto, kondisi ibu kota negara tiba-tiba mencekam. Unjuk rasa di mana-mana. Asap hitam pun mengepul mengotori langit. Penjarahan, aksi bakar mobil dan rumah terjadi hampir di setiap sudut Jakarta. 


Suasana yang sama juga terjadi di kawasan Sunter, Jakarta Utara, tidak jauh dari rumah Yadin. Orang-orang lalu-lalang di depan rumahnya. Waktu itu Yadin baru bangun dari tidur. Rasa penasaran pun muncul dan memaksanya keluar rumah sekitar pukul 11.00. Siangnya dia sempat pulang dan salat duhur.


Tidak lama kemudian datang Imam, teman dekat Yadin, dan mengajaknya keluar lagi. Lantaran tidak bisa menolak, Yadin menyempatkan ganti celana panjang karena terik matahari memang masih menyengat. Yeti, kakaknya sempat mengingatkan agar jangan menggunakan celana panjang. "Nanti kamu ditangkap polisi, lho," celetuk kakaknya itu.


Tanpa menghiraukan peringatan Yeti, keduanya pergi. Entah ke mana mereka pergi. Sementara itu aksi penjarahan masih terjadi di banyak tempat. Bahkan aparat Polsek Gorontalo, Tanjung Priok, telah menangkap lebih dari 400 orang.


Azan magrib berkumandang, aksi pembakaran sudah mereda, namun Yadin belum juga muncul. Nurhasanah mulai khawatir atas keselamatan anaknya yang saat itu berusia 22 tahun. Dari seorang temannya, Nurhasanah mendengar kabar Yadin ditangkap petugas keamanan dan dibawa ke Polsek Gorontalo. Beberapa teman Yadin yang lain juga terkejut ketika mengetahui teman main catur dan karambol itu belum pulang. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul 23.00.


Ayah Yadin bergegas mencari anaknya ke Mapolsek Gorontalo. Dia menemukan nama anaknya dalam daftar yang dirilis kepolisian. "Memang waktu itu ada kerusuhan, mereka menjarah semua. Anak saya cuma menemukan pancongan seperti yang dibawa pencari sampah itu, tidak membawa apa-apa. Saya  tahu karena tertulis di situ," kata Nurhasanah menirukan perkataan suaminya. (Bersambung)


Foto: VHRmedia/Kurniawan Tri Yunanto

©2010 VHRmedia.com


Berita Terkait

Arsip Berita »

Kisah Terkait

Arsip Kisah »

Artikel Terkait

    Tidak ada data 5 Artikel terkait

Arsip Artikel »



Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Inspirasi

Politik Aspal di Sepotong Jalan

31 Oktober 2008 - 9:48 WIB

 SEPOTONG jalan sepanjang 1,5 kilometer membelah kampung kami jadi dua bagian: barat masuk wilayah Kelurahan Ngijo, sedangkan timur Kelurahan Patemon. Itulah "jalan raya" bagi kami, penduduk Gebyog, pedukuhan kecil di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.


"Berpuluh tahun lalu aparat desa meminta setiap kepala

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua