| 03 September 2010 |
Kisah
Jalan-jalan ke Kampung Amrozi (1)
14 November 2008 - 11:52 WIB
Yovinus Guntur Wicaksono
Terpidana mati Bom Bali tampil di media bak martir. Namun, tetangga tidak bersimpati.
Tenggulun tiba-tiba populer. Desa kecil sekitar 30 kilometer dari kota Lamongan, Jawa Timur, itu menjadi pembicaraan nasional, bahkan dunia internasional. Untuk mencapai desa itu harus ditempuh dengan menyusuri jalan kecil nan sunyi dan berkelok.
Desa Tenggulun dihuni sekitar 3.000 jiwa. Pada musim kemarau daerah ini kering dan tandus. Kondisi itu membuat banyak penduduk merantau ke Malaysia. Mereka umumnya bekerja menjadi pembantu atau buruh kasar.
Kepala Desa Tenggulun Abu Sholeh mengatakan, sekitar 20% penduduk desanya bekerja di Malaysia. Kini ada 700 warga yang memburu ringgit di negara tetangga tersebut. Berkat sumbangan Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta per keluarga buruh migran akhirnya terkumpul Rp 300 juta untuk membangun jalan pada tahun 1999. Jalan baru tersebut membuat Tenggulun terlepas dari "isolasi".
Sejak 1 November lalu banyak wartawan dalam dan luar negeri datang di Tenggulun. Nama Tenggulun merebut perhatian karena ulah dua warganya, Amrozi dan Ali Gufron alias Mukhlas. Keduanya adalah terpidana kasus Bom Bali I, 12 Oktober 2002, yang menewaskan 202 orang.
Amrozi dan Ali Gufron kembali membuat heboh takkala Jaksa Agung Hendarman Supandji mengumumkan bahwa terpidana mati Bom Bali I akan dieksekusi paling lambat awal November 2008. Sejak itu Desa Tenggulun "diserbu" wartawan dalam dan luar negeri untuk mengetahui sosok dan tempat tinggal Amrozi dan Ali Gufron.
Tenggulun yang sehari-hari sunyi berubah menjadi ramai. Banyak penduduk desa yang mendapatkan keuntungan dari keramaian ini. Para pemilik warung tiba-tiba omzetnya meningkat. Banyak pula warga yang menyewakan rumah sebagai penginapan. (Bersambung) Foto:Deni Prastyo.
©2010 VHRmedia.com
Berita Terkait
- Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror16 Januari 2009 - 21:15 WIB
- Serangan ke Gaza "Jualan" Politikus Israel16 Januari 2009 - 15:21 WIB
- Indonesia Harus Lebih Keras terhadap Israel16 Januari 2009 - 9:45 WIB
- Pelanggaran Kampanye Didominasi Caleg dari Lingkaran Kekuasaan16 Januari 2009 - 9:33 WIB
- Harifin Tumpa Terpilih sebagai Ketua MA 15 Januari 2009 - 17:29 WIB
Kisah Terkait
- Sebuah Kamp di Bumi Serpong (2)15 Januari 2009 - 10:38 WIB
- Museum Santet18 Desember 2008 - 14:2 WIB
- Jalan-jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)19 November 2008 - 17:54 WIB
- Tolak Bala ala Serikat Pekerja (3, habis)12 Agustus 2008 - 11:54 WIB
- Tolak Bala ala Serikat Pekerja (2)11 Agustus 2008 - 15:31 WIB
Artikel Terkait
- Kematian Mahdi dan Kegalauan yang Tersisa25 April 2008 - 12:39 WIB
- Memutus Kemiskinan dan Jalan Ekonomi Rakyat8 April 2008 - 17:24 WIB
- Antara Ronodipuro dan Soeharto 29 Januari 2008 - 12:22 WIB
- Kontraktor Keamanan Partikelir3 September 2007 - 5:39 WIB
- Kontraktor Keamanan Partikelir 24 Agustus 2007 - 13:41 WIB
Agenda
Berita Terkini
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:20 WIB
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM
16 Januari 2009 - 23:54 WIB
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid
16 Januari 2009 - 21:33 WIB
Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror
16 Januari 2009 - 21:15 WIB
LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III
16 Januari 2009 - 21:4 WIB
Inspirasi
Politik Aspal di Sepotong Jalan
31 Oktober 2008 - 9:48 WIB
SEPOTONG jalan sepanjang 1,5 kilometer membelah kampung kami jadi dua bagian: barat masuk wilayah Kelurahan Ngijo, sedangkan timur Kelurahan Patemon. Itulah "jalan raya" bagi kami, penduduk Gebyog, pedukuhan kecil di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
"Berpuluh tahun lalu aparat desa meminta setiap kepala
Berita Terpopuler
Tidak ada data 5 Berita terpopuler
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







