Voice of Human Rights News Center

English English 28 Agustus 2008  

 

Kisah

Kios Narkoba (1)

Yuliyanti

Kios Narkoba"Minta insul! Dua...."

"Gak bawa."

"Gimana sih, kok gak bawa? Lupa?"

"Dapatnya cuma satu...."


ITU dialog antara Rahmat alias Poncol dengan ayahnya. Anak dan bapak ini sedang mencari jarum suntik di Kios Universitas Atmajaya. Keduanya adalah pecandu narkoba. Sudah satu tahun bapak-anak ini kerap mendatangi Kios Atmajaya untuk menukarkan jarum suntik bekas dengan jarum suntik baru. Hari itu mereka kurang beruntung, hanya mendapat satu jarum suntik. Terpaksa bapaknya mengalah.


Kios di Jalan Ampasit 6 Nomor 15, Cideng Barat, Jakarta Pusat, itu didirikan oleh Universitas Katolik Atmajaya Jakarta. Lokasi kios memang dipilih di daerah spot peredaran narkoba. Selain membagi-bagi jarum suntik baru secara gratis, kios ini juga menyediakan kondom dan konsultan. Semuanya gratis.


Menurut Ririn, staf di kios ini, setiap hari sekitar 20 junkies mendatangi kiosnya. Mereka datang dari berbagai penjuru ibu kota. "Kadang mereka minta 50 insul (jarum suntik), karena ada yang nitip-nitip,"ujarnya.


Kios Atmajaya memiliki program pelayanan satu atap  yang  komprehensif. Mulai dari penyebaran informasi dampak buruk narkoba, bahaya tukar-menukar jarum suntik, program dukungan sebaya, pendampingan dalam penanganan kasus hukum, informasi seputar HIV/AIDS, konseling pemeriksaan kesehatan dasar, hingga tes HIV.

Kios Narkoba

Sejak tahun 2002 kios yang berdiri di bawah Pusat Penelitian Universitas Katolik Atmajaya ini memang memberikan perhatian besar terhadap para pecandu narkoba, khususnya pengguna jarum suntik dan pasangan seksualnya. "Kami selalu kaitkan dengan pasangan seksual, karena mereka menginjak usia produktif, usia muda, dan secara seksual aktif," kata manager program Kios Atmajaya Dewi Aryani.


Staf advokasi Kios, Suhendro, mengatakan banyak pengguna  jarum suntik  tidak tahu penggunaaan jarum suntik bekas dan bergantian membahayakan diri, pasangan, serta keluarga. Foto-foto: Vhrmedia.com/Dian Ali Rahman. (Bersambung..)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait

Arsip Berita »

Kisah Terkait

Arsip Kisah »

Artikel Terkait

    Tidak ada data 5 Artikel terkait

Arsip Artikel »



Berita Terkini

Inspirasi

Kampus, Rumah Bersalin, dan Anak Jalanan

25 Juli 2008 - 14:10 WIB

Tidak biasanya saya menumpang angkutan umum saat jam-jam sibuk. Tapi Senin malam lalu saya menghabiskan sekitar satu jam di angkutan umum menuju sebuah rumah sakit bersalin di kota ini untuk memberi selamat kepada teman lama yang baru dikaruniai anak pertama.


Pukul 20.38. Saya turun sekitar lima meter menjelang halte tempat saya

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Pegawai Honorer Surabaya Tak Terdata BKN

8 Agustus 2008 - 16:24 WIB

Anggaran Pendidikan Utamakan Gaji Guru

15 Agustus 2008 - 16:58 WIB

Pengesahan PP 41/2007 Jatim Molor

1 Agustus 2008 - 16:1 WIB

Status Tersangka Bupati Sleman Belum Jelas

1 Agustus 2008 - 15:33 WIB

Peraturan 5 Menteri Tak Berkekuatan Mengikat

1 Agustus 2008 - 16:33 WIB

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua
Teater Sandekala