| 28 Agustus 2008 |
Kisah
Kios Narkoba (1)
2 Juli 2008 - 14:39 WIB
Yuliyanti
"Minta insul! Dua...."
"Gak bawa."
"Gimana sih, kok gak bawa? Lupa?"
"Dapatnya cuma satu...."
ITU dialog antara Rahmat alias Poncol dengan ayahnya. Anak dan bapak ini sedang mencari jarum suntik di Kios Universitas Atmajaya. Keduanya adalah pecandu narkoba. Sudah satu tahun bapak-anak ini kerap mendatangi Kios Atmajaya untuk menukarkan jarum suntik bekas dengan jarum suntik baru. Hari itu mereka kurang beruntung, hanya mendapat satu jarum suntik. Terpaksa bapaknya mengalah.
Kios di Jalan Ampasit 6 Nomor 15, Cideng Barat, Jakarta Pusat, itu didirikan oleh Universitas Katolik Atmajaya Jakarta. Lokasi kios memang dipilih di daerah spot peredaran narkoba. Selain membagi-bagi jarum suntik baru secara gratis, kios ini juga menyediakan kondom dan konsultan. Semuanya gratis.
Menurut Ririn, staf di kios ini, setiap hari sekitar 20 junkies mendatangi kiosnya. Mereka datang dari berbagai penjuru ibu kota. "Kadang mereka minta 50 insul (jarum suntik), karena ada yang nitip-nitip,"ujarnya.
Kios Atmajaya memiliki program pelayanan satu atap yang komprehensif. Mulai dari penyebaran informasi dampak buruk narkoba, bahaya tukar-menukar jarum suntik, program dukungan sebaya, pendampingan dalam penanganan kasus hukum, informasi seputar HIV/AIDS, konseling pemeriksaan kesehatan dasar, hingga tes HIV.

Sejak tahun 2002 kios yang berdiri di bawah Pusat Penelitian Universitas Katolik Atmajaya ini memang memberikan perhatian besar terhadap para pecandu narkoba, khususnya pengguna jarum suntik dan pasangan seksualnya. "Kami selalu kaitkan dengan pasangan seksual, karena mereka menginjak usia produktif, usia muda, dan secara seksual aktif," kata manager program Kios Atmajaya Dewi Aryani.
Staf advokasi Kios, Suhendro, mengatakan banyak pengguna jarum suntik tidak tahu penggunaaan jarum suntik bekas dan bergantian membahayakan diri, pasangan, serta keluarga. Foto-foto: Vhrmedia.com/Dian Ali Rahman. (Bersambung..)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
- Pemerintah Akui Gagal Cegah Penularan AIDS14 Agustus 2008 - 12:12 WIB
- ASI Ekslusif Cegah Penularan HIV ke Bayi9 Mei 2008 - 12:41 WIB
- MA Tolak PK Terpidana Kasus Psikotropika 29 Maret 2008 - 11:50 WIB
- Penyebaran AIDS di Indonesia Tercepat di Asia8 Februari 2008 - 16:6 WIB
- Raja Narkoba Meksiko Tertangkap22 Januari 2008 - 14:16 WIB
Kisah Terkait
- Kios Narkoba (3, selesai)16 Juli 2008 - 10:29 WIB
- Kios Narkoba (2)9 Juli 2008 - 15:53 WIB
- Tambak Uang Si Adeb12 Februari 2008 - 14:50 WIB
- The Yellow Envelope28 Februari 2007 - 13:12 WIB
Agenda
Berita Terkini
Polisi agar Tindak Pelaku Sweeping Ramadan
28 Agustus 2008 - 16:44 WIB
Polda Jatim Akan Usut Kasus Salah Tangkap
28 Agustus 2008 - 15:15 WIB
Dinkes Jombang agar Optimalkan Program KRR
28 Agustus 2008 - 13:31 WIB
IMF Diduga Intervensi, Segera Revisi UU Migas
28 Agustus 2008 - 13:17 WIB
Bekas Ketua DPRD Sleman Diadili Awal September
28 Agustus 2008 - 12:15 WIB
Inspirasi
Kampus, Rumah Bersalin, dan Anak Jalanan
25 Juli 2008 - 14:10 WIB
Tidak biasanya saya menumpang angkutan umum saat jam-jam sibuk. Tapi Senin malam lalu saya menghabiskan sekitar satu jam di angkutan umum menuju sebuah rumah sakit bersalin di kota ini untuk memberi selamat kepada teman lama yang baru dikaruniai anak pertama.
Pukul 20.38. Saya turun sekitar lima meter menjelang halte tempat saya
Berita Terpopuler
Pegawai Honorer Surabaya Tak Terdata BKN
8 Agustus 2008 - 16:24 WIB
Anggaran Pendidikan Utamakan Gaji Guru
15 Agustus 2008 - 16:58 WIB
Pengesahan PP 41/2007 Jatim Molor
1 Agustus 2008 - 16:1 WIB
Status Tersangka Bupati Sleman Belum Jelas
1 Agustus 2008 - 15:33 WIB
Peraturan 5 Menteri Tak Berkekuatan Mengikat
1 Agustus 2008 - 16:33 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB








