| 21 November 2008 |
Kisah
Masih Ada Damai di Cisalada (1)
18 Juni 2008 - 17:9 WIB
Indah Nurmasari
Jemaat Ahmadiyah tetap hidup rukun dengan para tetangga. Konflik keyakinan yang terus diberitakan media tak mengusik kerukunan mereka.
KAMPUNG Cisalada cerah siang itu. Keriangan anak-anak bermain meramaikan kampung di kaki Gunung Salak, Bogor, itu. Suasana serupa terlihat di kampung sekeliling Cisalada, Desa Cibatok ketika kami melewatinya. Warga kampung Cisalada yang seluruhnya merupakan pengikut Ahmadiyah tampak akrab dengan penduduk kampung yang lain. Mereka belajar di sekolah yang sama dan berbelanja di pasar yang sama. Tidak ada rasa sungkan yang melingkupi warga kampung lain untuk bergaul dengan warga kampung Cisalada.
Ghalib, siswa kelas IV SDN 03 Cempe Udik, menuturkan, selama dia bersekolah tidak sekalipun ada perlakuan yang berbeda dari teman-teman ataupun gurunya. Padahal mereka tahu Ghalib berasal dari keluarga pengikut Ahmadiyah. "Saya tahu kalau saya orang Ahmadiyah. Sama teman-teman biasa saja. Main kayak biasanya. Main kuda-kudaan. Nggak ada yang benci saya," kata Ghalib.
Begitu pula Khaula. Siswi kelas II SDN 03 Cempe Udik ini mengaku biasa-biasa saja. Tidak ada perlakuan beda dari guru. "Biasanya main karet bareng," ujarnya malu-malu.
Anak-anak Cisalada mengikuti berita tentang tindak kekerasan terhadap pengikut Ahmadiyah di tempat lain. Mereka juga tahu banyak kelompok yang ingin Ahmadiyah dilarang. Mereka hanya bisa bertanya-tanya apa yang salah dengan keyakinan yang dipeluk secara turun-temurun.

Kadang-kadang Ghalib merasa ketakutan jika suatu saat kekerasan merembet ke desanya. Apalagi Ghalib pernah melihat di televisi ada masjid Ahmadiyah yang dibakar dan serangkaian kekerasan lain. "Takut," katanya. "Ngeliatnya pengen nangis. Serem lihat orang dipukuli di Monas."
Ghalib bahkan pernah menyaksikan langsung serangan terhadap pengikut Ahmadiyah di Parung, Bogor. Kerusuhan itu terjadi dia sedang bepergian bersama ayahnya. Kejadian itu bertepatan dengan diadakannya pertandingan sepak bola antarpengikut Jemaat Ahmadiyah di Parung. Bayangan menakutkan itu melintas lagi di ingatannya. Suasana yang tadinya penuh sukacita dan keceriaan berubah menjadi kekacauan. Peserta dan penonton acara itu berlarian mencari tempat aman dari lemparan batu dan benda-benda lainnya. (Bersambung...)
Foto-foto VHRmedia/Dian Ali Rachman
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
- Buruh Sidoarjo Tuntut Pencabutan PB 4 Menteri17 November 2008 - 17:41 WIB
- Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana6 November 2008 - 18:48 WIB
- SKB 4 Menteri Tak Dukung Pertumbuhan Ekonomi5 November 2008 - 18:12 WIB
- Buruh Jawa Timur Tolak SKB 4 Menteri31 Oktober 2008 - 12:20 WIB
- Rizieq & Munarman Divonis 18 Bulan Penjara 30 Oktober 2008 - 15:17 WIB
Kisah Terkait
- Masih Ada Damai di Cisalada (3)25 Juni 2008 - 12:50 WIB
- Masih Ada Damai di Cisalada (2)20 Juni 2008 - 11:54 WIB
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Inspirasi
Politik Aspal di Sepotong Jalan
31 Oktober 2008 - 9:48 WIB
SEPOTONG jalan sepanjang 1,5 kilometer membelah kampung kami jadi dua bagian: barat masuk wilayah Kelurahan Ngijo, sedangkan timur Kelurahan Patemon. Itulah "jalan raya" bagi kami, penduduk Gebyog, pedukuhan kecil di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
"Berpuluh tahun lalu aparat desa meminta setiap kepala
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







