Voice of Human Rights News Center

English English 07 Oktober 2008  

 

Kisah

Masih Ada Damai di Cisalada (2)

Indah Nurmasari

AhmadiyahJemaat Ahmadiyah tetap hidup rukun dengan para tetangga. Konflik keyakinan yang terus diberitakan media tak menjalar ke kampung itu.

 

Ghalib bingung saat menyaksikan langsung peristiwa penyerangan terhadap pengikut Ahmadiyah di Parung itu. Dia pun bertanya apa yang sebenarnya terjadi. "Ada orang gila lagi ngamuk...." jawab ayahnya sembari segera menyingkir.

 

Lalu Ghalib dan sang ayah mengamankan diri ke masjid. Ia melihat anak-anak perempuan berlarian ketakutan. "Saya ngumpet juga," katanya. "Takut kena batu. Saudara saya kena (batu pada) keningnya. Saya lihat sendiri. Terus saya anterin saudara ke rumah sakit."

 

Khaula menyimak cerita Ghalib dengan saksama. Tiba-tiba gadis kecil ini mengatakan ingin Ahmadiyah tidak dilukai dan masjid-masjidnya tidak dibakar. Khaula melihat serangan terhadap Ahmadiyah di televisi dan mendengar cerita dari para orang tua. "Ahmadiyah biar aman gitu," katanya. "Jangan diapa-apain masjidnya. Ntar Allah marah kalau masjidnya diancurin," katanya dengan ekspresi lugu.

 

BU ITO berusia 65 tahun. Setiap hari ia berbelanja di Pasar Selasa yang tak jauh dari kampungnya. Pasar itu didatangi warga dari berbagai desa. Sebagian pengunjung adalah penganut Ahmadiyah.

 

Berita mengenai tuntutan pembubaran Ahmadiyah tak membuat hubungan Bu Ito dengan komunitas di pasar renggang. "Mereka juga tahu kalau saya pengurus Ahmadiyah Cisalada," katanya. "Mereka juga baik-baik saja. Nggak ada masalah."

 

Ketua RW 05 Kampung Cisalada Humaedi menuturkan, sejak dia lahir tidak pernah ada pertentangan antara warga Kampung Cisalada dengan warga kampung lain karena masalah keyakinan warga kampungnya sejak tahun 1934. "Orang-orang sini, alhamdullilah, rukun-rukun saja," katanya.

 Ahmadiyah

Bukan hanya itu, serangan terhadap warga Ahmadiyah di berbagai tempat malah menimbulkan simpati warga sekitar. Pria berumur 62 tahun ini mengungkapkan beberapa kali sempat mendengar kabar Kampung Cisalada akan diserang. Namun isu itu tidak pernah terbukti.

 

Humaedi meyakini, kampung mereka damai karena anugerah dan penjagaan Allah. Hal itu juga karena mereka telah menjalin hubungan yang baik dengan siapa pun.

 

Bahkan, jika ada pihak yang akan menyerang mereka, kampung-kampung tetangga sudah siap membantu menyelamatkan Cisalada. "Makanya, dengan dirusaknya mesjid kami, kami lillahi ta'ala. Tidak ada kebencian," katanya. (Bersambung...)

 

Foto-foto VHRmedia/Dian Ali Rachman

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait

Arsip Berita »

Kisah Terkait

Arsip Kisah »

Artikel Terkait

    Tidak ada data 5 Artikel terkait

Arsip Artikel »



Berita Terkini

Jimly: Negarawan Jangan Jadi Politisi

7 Oktober 2008 - 18:29 WIB

Warga Taman BMW Bertahan

7 Oktober 2008 - 17:46 WIB

11 Parpol Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan

7 Oktober 2008 - 16:59 WIB

ASEAN Siapkan Aturan Perlindungan Buruh Migran

7 Oktober 2008 - 16:11 WIB

Komnas HAM: Stop Diskriminasikan Warga Miskin

7 Oktober 2008 - 15:42 WIB

Arsip Berita »

Inspirasi

Pendatang dan Makelar yang Menjengkelkan

10 September 2008 - 9:17 WIB

 DUA tahun lalu saya membeli tanah dan mendirikan rumah - yang belum juga rampung hingga sekarang - di kampung di pinggiran kota Semarang. Gebyog, Kecamatan Gunungpati, itulah kampung saya sekarang.


Saya memang memilih tinggal di kampung, jauh dari keramaian. Jujur, saya menyingkiri

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Penumpang Kereta Bekasi-Jakarta Membeludak

2 Oktober 2008 - 14:29 WIB

Lebaran Pluralis di Kalimalang

1 Oktober 2008 - 11:16 WIB

Arus Mudik Berlanjut Hingga Hari Ini

2 Oktober 2008 - 13:2 WIB

Bom Bunuh Diri Terus Terjadi di Irak

2 Oktober 2008 - 14:47 WIB

Pengesahan RUU MA Hari Ini Batal

6 Oktober 2008 - 12:32 WIB

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua