| 21 November 2008 |
Kisah
Mereka Juga Terlilit BBM (2)
10 Juni 2008 - 11:39 WIB
Liza Desylanhi
Dampak kenaikan harga bahan bakar menerpa semua kalangan. Pekerja kantoran pun harus pandai berhitung mengikuti kenaikan harga kebutuhan.
PAHE alias paket hemat. Begitu Santi menyebut jurusnya untuk menekan pengeluaran. Bukan hanya ongkos transportasi yang dihemat. Ia juga menghemat dan menekan anggaran makannya.
"Kalau Senin sering puasa, kalau Kamis kayaknya nggak mungkin puasa. Kan Selasa sama Kamis itu ada kunjungan anak sekolah. Jika Kamis puasa, bukan fisik saja yang drop, tapi suara juga nggak keluar selama jadi guide karena harus nerangain pesawat ke ratusan orang," ujarnya.
Setiap hari kerja Santi makan di kantor tiga kali. Ia tak punya waktu sarapan di rumah. Makan malam bersama keluarga juga tidak mungkin. Ia pulang pukul 5 sore dan perjalanan dari Cengkareng ke rumahnya memakan waktu sekitar 3 jam. Paling cepat Santi tiba di rumah pukul 8 malam.
Bukan hanya perutnya yang harus ditahan. Santi juga mengatur ketat pengeluarannya yang lain. "Saya membatasi diri untuk membeli macam-macam," katanya. "Ini sepatu sebenarnya udah rusak, (tapi) ditahan-tahan untuk beli. Harga 150 ribu rupiah saja kayaknya sayang gitu."
Bahkan untuk kebutuhan penting bagi kebanyakan perempuan, Santi mengaku kini membatasi diri. "Dulu masih mau beli-beli parfum, tapi sekarang mikir dulu buat beli bedak, lisptik."
Untuk menghadapi terjangan kenaikan harga akibat kenaikan harga BBM, Santi memang harus memperketat anggaran. Dia mengaku hanya menunggu kebijakan pemerintah dan perusahaannya agar kehidupannya lebih baik. Ia berharap perusahaannya mau menaikkan gaji untuk menyesuaikan dengan harga-harga saat ini. "Saya rasa ada juga pertimbanngan perusahaan untuk naikin gaji karyawan, ya syukur-syukur bisa balance," katanya.
Ternyata bukan hanya Santi yang kini mengencangkan ikat pinggang. Kenaikan harga-harga mendorong rekan-rekannya menempuh langkah serupa. Beberapa di antara mereka ada yang memilih berhenti langganan bus jemputan. Gantinya, mereka kredit sepeda motor. Sedangkan mereka yang bujang lebih memilih indekos di sekitar bandara.
Santi sepakat subsidi BBM hendaknya tidak dinikmati orang kaya. Namun kenaikan harga BBM mengakibatkan kelas menengan ke bawah semakin menderita. Santi juga mempertanyakan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. Bagi dia, kenaikan harga BBM tetap menyisakan pertanyaan: akan seperti apa lagi menjalani hidup ke depan? (E2) Foto oleh Dian Ali Rachman.
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
- Mahasiswa Protes Kenaikan APBD Jateng 19 November 2008 - 14:34 WIB
- Ribuan Warga Miskin Terancam Tak Dapat Layanan Kesehatan17 November 2008 - 17:4 WIB
- Pemkab Bantul Larang Pungli Kompor Gas 17 November 2008 - 16:10 WIB
- Harga Minyak Dunia Akan Naik Lagi12 November 2008 - 13:21 WIB
- Subsidi BBM Sebaiknya untuk Transportasi Publik7 November 2008 - 16:24 WIB
Kisah Terkait
- Mereka Juga Terlilit BBM (1)9 Juni 2008 - 14:6 WIB
- Mereka yang Tak Terkucuri BLT (3, habis)29 Mei 2008 - 11:10 WIB
- Mereka yang Tak Terkucuri BLT (2)28 Mei 2008 - 15:23 WIB
- Mereka yang Tak Terkucuri BLT (1)27 Mei 2008 - 14:5 WIB
- Utang Berujung Ajal15 Februari 2008 - 13:37 WIB
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Inspirasi
Politik Aspal di Sepotong Jalan
31 Oktober 2008 - 9:48 WIB
SEPOTONG jalan sepanjang 1,5 kilometer membelah kampung kami jadi dua bagian: barat masuk wilayah Kelurahan Ngijo, sedangkan timur Kelurahan Patemon. Itulah "jalan raya" bagi kami, penduduk Gebyog, pedukuhan kecil di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
"Berpuluh tahun lalu aparat desa meminta setiap kepala
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







