| 20 November 2008 |
Kisah
Mereka yang Tak Terkucuri BLT (2)
28 Mei 2008 - 15:23 WIB
Yuliyanti
UANG BLT itu juga ditunggu Maryani sejak kartu BLT itu dibagikan di kampungnya. Sayangnya, setelah menunggu beberapa hari, ternyata nama suaminya sudah dicoret dari daftar penerima BLT karena sudah meninggal dunia dua tahun lalu .
Maryani yang bekerja sebagai pedagang makanan itu menjadi tulang punggung keluarga. Sehari-harinya, dia bekerja sebagai pembantu beserta kedua anaknya yang tinggal bersama di rumah sempit.
“Orang-orang dapat (BLT), ibu juga pengin dapat. Ibu butuh, punya anak satu laki-laki… kalau nggak cari makan sendiri, nggak ada yang kasih makan,” kata Maryani di kantor pos.
Takut Membagikan
Mardiyono, lurah Senen, tidak mengelak adanya sejumlah warganya yang kini menjada tidak menerima BLT. Menurutnya, berdasarkan keputusan rapat, kartu BLT tidak dapat diwariskan kepada anak dan istri. “Kecuali jatah warisan orang kaya (yang bisa diwariskan),” katanya. “Untuk menayakan hal itu tanya ke BPS yang melakukan pendataan, bukan ke kita,” tambahnya.
Data di kelurahan Senen menunjukkan, terjadi penyusutan keluarga yang menerima bantuan. Mengacu data BPS tahun 2005, kelurahan Senen tercatat 177 orang yang menerima bantuan. Namun setelah diverifikasi karena meninggal dunia dan pindah, jumlahnya tinggal 158 orang.
“Kita gak berhak menambahkan karena nggak punya kewenangan,” katanya. “Karena BPS punya acuan 14 kriteria (penerima BLT), bukan kita. Karena kalau kelurahn yang punya kriteria, jangan sampai kita yang diamuk massa,” tambahnya.
RW 04 kelurahan Senen termasuk kampung padat penduduk dan miskin. Tak heran, pada pembagian BLT tahun 2005 sempat terjadi protes oleh warga kepada ketua RW dan lurah.
“Katanya ada sebagian warga yang berhak menerima tapi tidak menerima, yang haerusnya tidak berhak malah menerima, “ kenang Boiran, ketuqa RW 04. Tapi protes tersebut tidak berlangsung lama. Menurut Boiran, warga yang protes diajak berdialog oleh lurah sehingga tidak menimbulkan kekerasan. Dia juga menyangkal bahwa pendataan keluarga miskin pernah melibatkan pengurus RW.
Pada hari Jumat, 23 Mei, sehari sebelum kartu BLT dibagikan, Boiran dan para ketua RT sempat berkumpul di pos RW karena para ketua RT enggan membagikan kartu BLT kepada warganya. Mereka takut diprotes warganya seperti tahun 2005. Apalagi mereka juga harus menjelaskan kepada warganya yang sekarang tidak mendapat uang bantuan dari pemerintah, sementara tiga tahun lalu menerima.
“Kelurahan minta dibagikan, tapi saya nggak mau,” katanya. “Kita sudah bagikan ke setiap ketua RT, tapi mereka juga menolak membagikan karena takut disalahin warganya,” tambah Boiran yang ditemui di kantor pos RW. (Foto: Dian Alirachman) (Bersambung...)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
- Mahasiswa Protes Kenaikan APBD Jateng 19 November 2008 - 14:34 WIB
- Ribuan Warga Miskin Terancam Tak Dapat Layanan Kesehatan17 November 2008 - 17:4 WIB
- Pemkab Bantul Larang Pungli Kompor Gas 17 November 2008 - 16:10 WIB
- Harga Minyak Dunia Akan Naik Lagi12 November 2008 - 13:21 WIB
- Subsidi BBM Sebaiknya untuk Transportasi Publik7 November 2008 - 16:24 WIB
Kisah Terkait
- Mereka Juga Terlilit BBM (2)10 Juni 2008 - 11:39 WIB
- Mereka Juga Terlilit BBM (1)9 Juni 2008 - 14:6 WIB
- Mereka yang Tak Terkucuri BLT (3, habis)29 Mei 2008 - 11:10 WIB
- Mereka yang Tak Terkucuri BLT (1)27 Mei 2008 - 14:5 WIB
- Utang Berujung Ajal15 Februari 2008 - 13:37 WIB
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Inspirasi
Politik Aspal di Sepotong Jalan
31 Oktober 2008 - 9:48 WIB
SEPOTONG jalan sepanjang 1,5 kilometer membelah kampung kami jadi dua bagian: barat masuk wilayah Kelurahan Ngijo, sedangkan timur Kelurahan Patemon. Itulah "jalan raya" bagi kami, penduduk Gebyog, pedukuhan kecil di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
"Berpuluh tahun lalu aparat desa meminta setiap kepala
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







