| 20 November 2008 |
Lakon
Eksekusi Asmara di Surabaya
5 Agustus 2008 - 16:24 WIB
Yovinus Guntur Wicaksono
Sabtu 19 Juni 2008. Hari terakhir kampanye pemilihan gubernur Jawa Timur itu merupakan hari kelabu bagi Felicia. Perempuan berkulit kuning ini harus kehilangan pria yang paling dicintainya, Sugeng.
Perasaannya semakin tersayat setelah Sugeng mati di tangan regu tembak Brimob Polda Jatim. Sugeng dieksekusi karena membunuh 5 anggota keluarga Letkol Purwanto. Sugeng ditembak bersama ibunya, Sumiarsih.
Malam itu Felicia tampak tegar. Ia menuturkan Sugeng adalah sosok pria lemah lembut dan romantis. Dia mengaku memiliki banyak kenangan indah bersama Sugeng. Meski berbeda keyakinan, Sugeng telah memberinya banyak pelajaran sebagai manusia. Salah satunya adalah sikap ikhlas, sabar, dan menerima apa pun cobaan dari Tuhan.
Pertemuan dengan Sugeng terjadi saat Felicia diajak Wati menjenguk Sugeng di LP Porong. Dari pertemuan itu ia mulai merasakan benih-benih cinta. "Banyak hal indah yang dilakukan Mas kepada saya. Hingga kini saya nggak bisa melupakan kenangan itu," ujar Felicia sambil mengusap air mata.
Sugeng telah mengajari makna hidup di dunia. Pria itu selalu memberikan falsafah bunga, seperti yang dilakukannya setiap hari di taman LP Porong. Felicia terkesan pada perkataan Sugeng, "Hiduplah seperti bunga yang indah ini. Perlakukan dirimu dengan baik. Rawat dan jagalah hatimu, jangan sampai terkotori oleh debu atau apa pun."
Kalimat puitis itu sangat membekas di hati Felicia dan akan dibawanya sampai akhir hayat. Ia menilai itu sifat asli Sugeng yang sebenarnya, sebelum hidup di Gang Dolly, pusat pelacuran terbesar di kota Surabaya. Felicia berharap suatu saat bisa bertemu dengan pria sebaik dan seromantis Sugeng. Baginya, meski di luar penjara, tak banyak pria yang berhati mulia seperti pria pujaannya itu.
Felicia menjadikan nasib kekasihnya sebagai pelajaran. Ia juga merasa selama ini Sugeng diperlakukan tidak adil. Menurut dia, selama 20 tahun di penjara Sugeng telah berbuat baik.
Felicia kecewa atas perlakuan petugas Rutan Medaeng yang tidak memberikan waktu cukup baginya untuk bertemu Sugeng. Padahal, ia dan Sugeng sudah bersepakat melewatkan malam terakhir berdua, meski di dalam penjara.
Perempuan berparas manis ini berharap pemerintah dan aparat hukum di Republik Indonesia menegakkan keadilan seadil-adilnya. Dalam pandangannya hingga saat ini hukum belum adil.
Warisan untuk Camelia
Drama percintaan Sugeng tidak hanya dijalani dengan Felicia. Dalam kehidupan Sugeng di balik jeruji besi ada juga sosok Camelia. Sugeng mengakui, perempuan itu pernah mengisi hatinya saat masih bersekolah di SMP dan SMA di Jombang, Jawa Timur. Sebelum meninggal di depan regu tembak Sugeng menuturkan bahwa sosok Camelia inilah yang membuatnya lebih mengenali pribadi perempuan.
Camelia yang dimaksud Sugeng adalah Peni Sutantri, Direktur Radio Citra FM Jombang dan anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan. Dalam pertemuan terakhir, Sugeng memang sempat menanyakan Peni. "Bagaimana kabar Ibu Peni, anggota DPRD Jatim?" Ternyata perempuan ini idola Sugeng semasa remaja.
Peni menuturkan, Sugeng pria baik, kalem, dan rajin beribadah. Keduanya berpisah sejak tahun 1984. Saat bertemu kembali di Rutan Medaeng, Sugeng menunjukkan religiusitas, bahkan sempat memberikan ceramah singkat soal agama. "Saya juga diberi pesan untuk tidak meramalkan tiga hal, yakni kematian, jodoh, dan rezeki," ujar Peni.
Menurut perempuan berkulit kuning ini, sikap Sugeng sejak dulu tidak pernah berubah dan tetap saja slengekan. Sugeng sempat memberikan bunga gelombang cinta (anthurium) sebagai kenangan terakhir kepadanya. Bunga gelombang cinta adalah bunga kesayangan Sugeng selama berada di LP Porong.
Romantisme Sugeng juga ditunjukkan saat ulang tahun ke-16 Peni di tahun 1980. Sugeng yang jago main basket itu menyanyikan lagu "Camelia" khusus bagi Peni. "Sejak itulah kami berdua sering dijodoh-jodohkan. Namun saya memilih menghindar karena malu," kata Peni sembari tersenyum.
Peni mengaku merasa kehilangan sosok teman dan sahabat sejati dalam hidupnya. Bila Sugeng tidak jatuh dalam kesalahan besar dalam hidupnya, akan sangat beruntung perempuan yang memilikinya.
Menurut Peni, Sugeng sosok pria ideal dan pantas menjadi kepala keluarga, bapak, dan imam dalam keluarga. Namun semua harapan itu lenyap karena tragedi 13 Agustus 1988. Satu yang tersisa dalam kenangan Peni adalah lirik lagu Ebiet G Ade "Camelia" yang pernah dinyanyikan Sugeng untuknya.
Bagi Sugeng, Camelia adalah cinta pertamanya. Dia ingin menikmati hari-hari indah bersama Camelia untuk membangkitkan kembali rasa rindunya sesaat sebelum ajal menjemput. Dan, syair lagu "Camelia" mengalun dari suara Sugeng saat masih di LP Porong. Dari alunan lagu itu terlihat Sugeng tegar menghadapi kematian.
Tak peduli kan kuterjang
biarpun harus kutembus padang ilalang....
(E2)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
- 90 Terpidana Mati Tunggu Eksekusi14 November 2008 - 14:48 WIB
- Stop Wacana Mati Syahid untuk Amrozi Cs11 November 2008 - 10:9 WIB
- Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)9 November 2008 - 8:24 WIB
- Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)9 November 2008 - 8:21 WIB
- Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB 9 November 2008 - 3:53 WIB
Kisah Terkait
- Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)19 November 2008 - 17:54 WIB
- ‘Berkah’ Kematian Soeharto 31 Januari 2008 - 12:16 WIB
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Inspirasi
Politik Aspal di Sepotong Jalan
31 Oktober 2008 - 9:48 WIB
SEPOTONG jalan sepanjang 1,5 kilometer membelah kampung kami jadi dua bagian: barat masuk wilayah Kelurahan Ngijo, sedangkan timur Kelurahan Patemon. Itulah "jalan raya" bagi kami, penduduk Gebyog, pedukuhan kecil di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
"Berpuluh tahun lalu aparat desa meminta setiap kepala
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







