| 20 November 2008 |
Lakon
Sumiarsih Menanti Regu Tembak
9 Juli 2008 - 12:36 WIB
Yovinus Guntur Wicaksono
SIANG itu cuaca cerah melingkupi Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Kebonsari, Sukun, Malang. Namun, seorang perempuan duduk lesu bersandar di balik terali besi. Perempuan itu, Sumiarsih, 59 tahun, sedang menanti hari-hari terakhir hidupnya di hadapan regu tembak, setelah peninjauan kembali (PK) perkaranya ditolak Mahkamah Agung.
Sumiarsih bersama Djais Prayitno (suaminya), Sugeng (anaknya), Nano HP, Daim, serta Serda Polisi Adi Saputro didakwa melakukan pembunuhan berencana Letkol Marinir Purwanto, istri, dua anak, dan seorang keponakan pada 13 Agustus 1988. Pembunuhan dilakukan dengan cara menghantam kepala korban dengan kayu, kemudian mayatnya dimasukkan ke mobil korban dan dibuang di jurang Songgoriti, Batu, Malang.
Adi Saputro telah divonis mati melalui pengadilan koneksitas Mahmil III-12 Surabaya pada 9 November 1988 dan telah dieksekusi pada 30 November 1992. Sugeng dan Adi Prayitno juga dihukum mati. Sugeng kini masih menghuni LP Porong. Adi Prayitno yang ditahan di LP Porong Sidoarjo meninggal di RSUD Sidoarjo karena penyakit jantung.
Sumiarsih mengaku menerima jika harus mengakhiri hidup di hadapan regu tembak. Perempuan asal Surabaya ini juga yakin dengan pertolongan Tuhan saat ini. Bahkan dalam doa-doanya bersama dengan tiga rekan sesama tahanan, Sumiarsih ingin menerima kematian secara wajar. "Saya bukannya takut menghadapi kematian. Tapi saya tidak tega melihat bagaimana perasaan anak saya saat mengetahui diri saya harus meninggal dengan cara seperti ini," ujarnya.
Meski berkesan berat, Sumiarsih berharap permintaannya didengar aparat penegak hukum. Dia sangat mengharapkan hak-haknya sebagai warga negara. Dia juga merasa pada usia hampir 60 tahun ini tidak lama lagi akan meninggalkan dunia fana ini, seperti suaminya, Djais Prayitno.
Sumiarsih mengatakan, walaupun hari-hari sisa hidupnya bisa dihitung, dia ingin memberikan sesuatu yang berkesan bagi kawan-kawannya sesama penghuni lembaga pemasyarakatan. Salah satunya membagikan jilbab warna merah muda buatannya. Tidak itu saja. Dia juga membuat boneka dari benang serta melatih dan mendampingi narapidana lain membuat kerajinan. Semuanya dilakukan agar bisa melupakan proses eksekusi mati yang diperkirakan dilaksanakan kurang lebih satu minggu mendatang.
Sumiarsih juga memberikan jilbab kado kenang-kenangan untuk Kepala LP Kebonsari saat mengunjungi dirinya bersama Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Depkum dan HAM Jatim T Darmono di ruang tempat Sumiarsih menenangkan diri.
Dalam kesempatan tersebut Sumiarsih menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas peristiwa mengerikan pada Agustus 1988. "Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf atas semua yang pernah kami lakukan kepada keluarga korban," ujarnya dengan ekspresi penyesalan.
Kepada keluarga yang akan ditinggalkan, Sumiarsih berpesan agar tabah. Dia berharap kematiannya tidak membebani seluruh keluarganya dan semua yang terjadi menjadi tanggungannya. Memang, setelah PK yang diajukan ditolak Mahkamah Agung, Sumiarsih hanya bisa pasrah dan berdoa. Dia yakin akan masuk surga setelah mati di hadapan regu tembak.
Sementara Sumiarsih menghitung hari, aparat Polda Jawa Timur, Kejaksaan Tinggi, dan LP Wanita Kelas II Kebonsari Malang pun bersiap melaksanakan eksekusi mati. Meski belum ditentukan waktu dan tempat eksekusi, hampir bisa dipastikan Sumiarsih akan meregang nyawa di hadapan regu tembak pada bulan Juli ini. (E2)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
- 90 Terpidana Mati Tunggu Eksekusi14 November 2008 - 14:48 WIB
- Stop Wacana Mati Syahid untuk Amrozi Cs11 November 2008 - 10:9 WIB
- Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)9 November 2008 - 8:24 WIB
- Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)9 November 2008 - 8:21 WIB
- Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB 9 November 2008 - 3:53 WIB
Kisah Terkait
- Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)19 November 2008 - 17:54 WIB
- ‘Berkah’ Kematian Soeharto 31 Januari 2008 - 12:16 WIB
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Inspirasi
Politik Aspal di Sepotong Jalan
31 Oktober 2008 - 9:48 WIB
SEPOTONG jalan sepanjang 1,5 kilometer membelah kampung kami jadi dua bagian: barat masuk wilayah Kelurahan Ngijo, sedangkan timur Kelurahan Patemon. Itulah "jalan raya" bagi kami, penduduk Gebyog, pedukuhan kecil di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
"Berpuluh tahun lalu aparat desa meminta setiap kepala
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







